Barabai (ANTARA) - Bank sampah berbasis digital Ratikita.id dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) masuk nominasi calon penerima penghargaan Kalpataru kategori penyelamat lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH) tahun 2026.

"Alhamdulillah, kami sebagai pelopor digitalisasi pengelolaan sampah di Kalimantan  bisa masuk sampai ke tahap ini. Walaupun belum berhasil meraih penghargaan tersebut, kami tetap bersyukur," kata Direktur Ratikita.id Muliyadi Saputra di Barabai, Jumat. 

Muliyadi menyebut, pihaknya sebelumnya mendapatkan dulungan dari Dinas Lingkungan Hidup HST, Dinas LH Kalsel, bahkan mendapatkan rekomendasi dari Bupati HST Samsul Rizal dan Ketua DPRD HST H. Pahrijani. 

Kendati demikian, dalam penghargaan Kalpataru tahun ini pihaknya belum beruntung karena kalah dalam penilaian dengan para pesaing lainnya se-Indonesia. 

Muliyadi memaparkan, Ratikita.id hadir sejak tahun 2021 merevolusi pengelolaan sampah melalui pengembangan platform digital yang memudahkan masyarakat mengidentifikasi dan menjual sampah secara transparan.

"Masyarakat bisa melihat langsung harga sampah secara real-time, digitalisasi ini membantu baik untuk pelayanan bank sampah maupun transparansi harga kepada para nasabah," jelasnya. 

Baca juga: Bank sampah digital Ratikita.id HST kembangkan AI Agent Chatbot dalam KIA 2026

Selain inovasi digitalisasi bank sampah, Ratikita juga aktif dalam edukasi 3R di 45 sekolah, serta kerap menggelar aksi bersih lingkungan di kawasan wisata untuk mendukung ekonomi sirkular modern.

Inisiatif ini berdampak pada pendaurulangan 391 ton sampah dan 125 ribu liter minyak jelantah, melibatkan 7.192 nasabah dengan total transaksi ekonomi mencapai Rp283 juta sekaligus berhasil menyelamatkan 1.955 pohon.

"Meski belum berhasil meraih Kalpataru, kami tetap komitmen untuk melakukan berbagai terobosan ke depan, demi mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik," ujar Muliyadi.



Pewarta: Muhammad Hidayatullah
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026