Generasi muda membutuhkan ruang untuk tumbuh, berkarya, dan mengembangkan potensi,
Kandangan (ANTARA) - Rianda Dwi Saputra terpilih sebagai Putra Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Marsya Raisa Salsabella sebagai Putri Pariwisata Kabupaten HSS tahun 2026.
Keduanya terpilih dalam Malam Puncak Grand Final Duta Pariwisata Kabupaten HSS tahun 2026, yang digelar di Kawasan Stadion 2 Desember Kandangan, Senin.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapoar) HSS, Dody Puriyandhani, menjelaskan pemilihan Duta Pariwisata HSS merupakan salah satu upaya pemerintah daerah, dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi representasi daerah sekaligus agen promosi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Ia menyampaikan, proses seleksi tahun ini diikuti oleh 26 peserta yang terdiri atas 13 putra dan 13 putri. Seluruh peserta menjalani tahapan seleksi yang berlangsung secara bertahap, objektif, dan kompetitif.
Tahapan mulai dari sosialisasi pada 21–26 Mei 2026, pendaftaran pada 1 Juni hingga 3 Juli 2026, rapat teknis pada 3 Juli 2026, tes tertulis dan wawancara pada 4 Juli 2026, hingga tes bakat dan advokasi pariwisata pada 5 Juli 2026.
Baca juga: Bupati HSS : Duta Pepelingsih amanah ajak masyarakat cintai lingkungan
"Dari seluruh rangkaian tersebut, terpilih 12 finalis terbaik yang terdiri atas enam finalis putra dan enam finalis putri, untuk tampil pada malam grand final," ucapnya.
Sementara itu, Bupati H. Syafrudin Noor menegaskan pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap daerahnya.
"Generasi muda membutuhkan ruang untuk tumbuh, berkarya, dan mengembangkan potensi. Tanpa kegiatan yang positif, mereka akan kehilangan arah dalam menentukan tujuan hidup," kata bupati.
Melalui ajang ini, pihaknya yakin akan lahir generasi penerus yang sukses, berkarakter, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan Kabupaten HSS.
Ajang duta pariwisata bukan sekadar kompetisi memilih putra-putri terbaik, melainkan wadah pembinaan yang membentuk generasi muda agar mampu memperkenalkan kekayaan alam, budaya, sejarah, dan berbagai potensi unggulan yang dimiliki HSS kepada masyarakat yang lebih luas.
Baca juga: Bupati HSS: Utuh dan Aluh berperan strategis sebagai wajah budaya daerah
Bupati juga mengingatkan bahwa gelar yang diraih para pemenang merupakan awal dari amanah yang harus dijalankan, dengan penuh tanggung jawab.
"Gelar duta pariwisata bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari sebuah tanggung jawab. Jadilah pribadi yang rendah hati, terus belajar, menjaga etika, serta mampu mempromosikan potensi wisata, sejarah, budaya, dan produk unggulan Kabupaten HSS hingga semakin dikenal di tingkat provinsi maupun nasional," pesan bupati.
Turut berhadir, Ketua TP PKK HSS Hj. Mustaidah Syafrudin Noor serta Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK HSS, unsur forkopimda, Ketua Komisi III DPRD HSS, Putri Indonesia Kalimantan Selatan 2026.
Kemudian, para asisten, para kepala perangkat daerah, para kabag dan camat se-Kabupaten HSS, serta tamu undangan lainnya. Malam grand final juga dimeriahkan kehadiran Utuh Aluh HSS, Duta Pepelingasih, Duta Lingkungan, Duta Genre, para sponsor, dan mitra media.
Pewarta: FathurrahmanEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.