Kami sebagai warga asli Paringin sangat sedih dan kecewa melihat kondisi pasar yang kami banggakan ini sekarang sudah sepi bagaikan kuburan di tengah kota

Balangan (ANTARA) - Warga Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, kecewa akibat semakin sepinya para pedagang yang berjualan di Pasar Paringin dan mengakibatkan kondisi pasar yang berpusat di jantung Kota Paringin tersebut lengang pedagang dan pembeli.

“Kami sebagai warga asli Paringin sangat sedih dan kecewa melihat kondisi pasar yang kami banggakan ini sekarang sudah sepi bagaikan kuburan di tengah kota,” kata Adi kepada awak media di Balangan, Jumat.

Menurut Adi, peran pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait dan UPT Pasar Paringin sangat dibutuhkan untuk memecahkan masalah yang saat ini terjadi pada ikon Kota Paringin.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Balangan minta pengelola Pasar Paringin lebih kreatif

Adi menilai beberapa tahun belakangan ini pengelolaan Pasar Paringin belum maksimal, dibuktikan dengan minimnya inovasi yang dilaksanakan untuk kembali menghidupkan Pasar Paringin dan Pasar Adaro.

Adi berharap dengan adanya tekanan dan masukan dari berbagai pihak, pengelola Pasar Paringin dapat semakin lebih kreatif untuk memajukan pasar kebanggaan masyarakat Kabupaten Balangan ini.

Sementara Sekretaris Pengelola Pasar Paringin, Hendri mengungkapkan dalam beberapa bulan dan tahun terakhir ini ada saja pedagang yang berpindah akibat sepinya pengunjung yang datang untuk berbelanja di pasar.

Baca juga: Pemkab Balangan ciptakan inovasi untuk tingkatkan kenyamanan konsumen di pasar

Hendri menyebutkan terdapat lebih dari 300 unit toko di Pasar Paringin, sedangkan yang terisi kurang lebih 170 unit saja dan sebagian juga digunakan sebagai tempat penyimpanan barang atau gudang saja.

“Kita juga menunggu inovasi-inovasi yang akan dilakukan oleh UPT Pasar Paringin, agar dapat menjadikan Pasar Paringin menjadi sentra ekonomi masyarakat Kabupaten Balangan dan sekitarnya,” ujarnya.



Pewarta: Ragil Darmawan
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026