Banjarbaru (ANTARA) - Sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kembali memperoleh penguatan setelah salah satu unit pembangkit listrik Independent Power Producer (IPP) milik PT Tanjung Power Indonesia (TPI) di Kabupaten Tabalong berhasil beroperasi penuh lebih cepat dari target, sehingga menambah pasokan daya sebesar 100 megawatt (MW) ke Sistem Interkoneksi Kalimantan.

 

Unit pembangkit itu kembali beroperasi, Senin (28/7) pukul 15.00 WITA, sekaligus memperkuat sistem kelistrikan Kalselteng dan proses pemulihan juga berhasil diselesaikan dua hari lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.

 

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Iwan Soelistijono di Kota Banjarbaru, Rabu, mengatakan beroperasinya kembali IPP Tabalong menjadi perkembangan positif dalam upaya memperkuat kondisi sistem kelistrikan di wilayah tersebut.


Baca juga: PLN percepat pemulihan pembangkit jaga keandalan listrik Kalselteng
Baca juga: PLN target sistem kelistrikan Kalselteng pulih awal Agustus

 

"Alhamdulillah, salah satu unit pembangkit kembali beroperasi penuh dan menyuplai daya sebesar 100 MW ke Sistem Interkoneksi Kalimantan dan patut disyukuri, proses pemulihan unit itu berhasil diselesaikan dua hari lebih cepat dari target sehingga tambahan pasokan dapat lebih cepat masuk ke sistem," ujar Iwan melalui keterangan tertulis.

 

Ia mengatakan tambahan pasokan itu, memberikan penguatan yang berarti terhadap kondisi sistem sekaligus menjadi modal penting bagi PLN untuk terus mengoptimalkan pemulihan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.

 

Proses perbaikan komponen sistem pelumasan (lubrication system) pada turbin uap salah satu unit PLTU Independent Power Producer (IPP) PT Tanjung Power Indonesia (TPI) di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, yang telah selesai diperbaiki sehingga kembali beroperasi penuh. Dokumentasi diambil pada Senin (27/7/2026). (ANTARA/HO-Humas PLN Kalselteng)


Baca juga: Pemprov Kalsel ajak masyarakat hemat listrik jaga pasokan listrik
 

Meski demikian, Iwan mengakui sebagian pelanggan masih terdampak pengaturan operasi sistem sehingga PLN UID Kalselteng bersama seluruh insan perusahaan dan mitra kerja di sektor pembangkitan mempercepat penyelesaian perbaikan sejumlah unit pembangkit lainnya.

 

"Kami terus melakukan upaya percepatan perbaikan dan optimistis kondisi pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah akan berangsur normal kembali pada awal Agustus," ucapnya.

 

Ditekankan Iwan, PLN mengusung semangat "Bersama Bergerak, Optimalisasi Pemulihan" dengan memperkuat koordinasi lintas fungsi serta mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan milik negara itu. 

 

Ditambahkan Iwan, setiap tahapan pekerjaan dilakukan mengedepankan aspek keselamatan kerja, ketelitian, dan keandalan peralatan agar setiap unit pembangkit dapat kembali beroperasi secara aman dan optimal dan tim pembangkitan masih bekerja melakukan perbaikan pada sejumlah unit pembangkit yang mengalami kendala operasi.

 

"Setiap pekerjaan dilakukan secara cermat agar unit-unit dapat kembali beroperasi dengan aman dan andal. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar seluruh pembangkit segera beroperasi optimal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman," katanya.

 

 



Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026