Palangka Raya (ANTARA) - PT PLN (Persero) terus melakukan percepatan pemulihan sejumlah unit pembangkit pada Sistem Interkoneksi Kalimantan yang mengalami gangguan guna menjaga keandalanan listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng).

"Bersama pengelola pembangkit dan seluruh pemangku kepentingan, PLN mengerahkan personel terbaik serta memperkuat koordinasi teknis agar pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dapat segera kembali optimal," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), Iwan Soelistijono saat dikonfirmasi dari Palangka Raya, Rabu.

Dia menerangkan, gangguan terjadi pada generator PLTU Asam-Asam, serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP). Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya kemampuan pasok sistem sehingga berdampak pada terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

General Manager PLN UID Kalselteng itu mengatakan bahwa fokus utama PLN saat ini adalah mempercepat penyelesaian pekerjaan di seluruh unit pembangkit yang mengalami gangguan sehingga pasokan listrik dapat segera dipulihkan.

Baca juga: PLN: Rasio desa berlistrik di Kalselteng capai 93,17 persen
Baca juga: SUTT Kendawangan-Sukamara perkuat interkoneksi Kalbar-Kalteng

Iwan menambahkan bahwa saat ini seluruh tim bekerja tanpa henti bersama pengelola pembangkit untuk mempercepat proses perbaikan di setiap unit yang mengalami gangguan. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi secara intensif agar setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kualitas.

"Dengan progres yang ada saat ini, kami menargetkan kondisi sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mulai berangsur pulih pada Minggu pertama Agustus 2026, seiring unit-unit pembangkit kembali beroperasi secara bertahap setelah seluruh tahapan pengujian dinyatakan aman,” ujar Iwan.

Selama proses pemulihan berlangsung, PLN tetap menjaga keamanan Sistem Interkoneksi Kalimantan melalui pengaturan beban secara terbatas dan terukur pada wilayah tertentu.

"Langkah tersebut dilakukan agar sistem kelistrikan tetap stabil sekaligus memberikan ruang bagi proses perbaikan unit-unit pembangkit yang sedang berlangsung," katanya.

Baca juga: PLN pulihkan sistem interkoneksi Kalimantan
Baca juga: PLN IP: PLTG Tanjung Selor 20 MW perkuat Sistem Kelistrikan Kaltara


Ia mengatakan, PLN terus memantau perkembangan pekerjaan di setiap lokasi pembangkit dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat secara berkala melalui kanal komunikasi resmi PLN.

Di tengah proses pemulihan tersebut, PLN juga mengajak seluruh pelanggan untuk berpartisipasi menjaga keandalan sistem dengan menggunakan listrik secara bijak, khususnya pada pukul 18.00–21.00 WITA.

PLN mengimbau pelanggan untuk mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur penggunaan pendingin ruangan pada suhu di atas 24°C, serta mengoptimalkan penggunaan peralatan hemat energi.

PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan memastikan seluruh personel di lapangan terus bekerja secara maksimal hingga seluruh unit pembangkit yang mengalami gangguan kembali beroperasi.

PLN juga mengapresiasi dukungan dan kerja sama masyarakat Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan selama masa pemulihan berlangsung.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pengertian seluruh pelanggan. Partisipasi masyarakat dalam menggunakan listrik secara efisien akan membantu menjaga keseimbangan sistem selama proses pemulihan berlangsung. PLN berkomitmen mengerahkan seluruh sumber daya terbaik agar pasokan listrik dapat segera kembali normal," kata Iwan.




 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PLN percepat pemulihan pembangkit jaga keandalan listrik Kalselteng



Pewarta: Rendhik Andika
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026