Tanjung (ANTARA) - Dinas Koperasi usaha kecil dan menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan melakukan tera ulang timbangan di Pasar Bauntung Tanjung untuk menjaga akurasi alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP).
Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Novia Eredha menyampaikan kegiatan tera ulang timbangan bagi penjual untuk memastikan alat UTTP yang digunakan para pelaku usaha memenuhi standar yang ditetapkan.
“Keakuratan alat ukur sangat penting untuk membangun kepercayaan konsumen serta mencegah ketidakadilan dalam transaksi," jelas Novia, Rabu.
Kegiatan tera ulang ini juga dilaksanakan di seluruh pasar di Kabupaten Tabalong baik di pasar tradisional maupun pasar modern.
Ia menambahkan dalam kegiatan tera ulang kali ini, UPTD Metrologi Legal menggunakan berbagai peralatan standar untuk menguji kebenaran timbangan milik pedagang.
Peralatan tersebut antara lain Anak Timbangan Standar M1 dan M2, Timbangan Elektronik Standar untuk pembanding, serta Cap Tanda Tera yang berfungsi sebagai penanda resmi bahwa timbangan telah diperiksa dinyatakan sah dan memenuhi syarat.
“Timbang yang tidak akurat merugikan konsumen disebabkan ukuran berat barang yang tidak sesuai dengan seharusnya, sehingga timbangan pedagang harus Reparatir," tambahnya.
Ketidakcocokan timbangan dikarenakan beban pemakaian terlalu berat atau pemiliknya kurang melakukan perawatan timbangan.
Sejumlah pedagang cukup antusias membawa timbangan dan peralatan ukurnya untuk diperiksa.
Pedagang maupun konsumen menyadari tera ulang bukan hanya kewajiban namun kebutuhan untuk menjaga kepercayaan konsumen.
Melalui tera ulang, pedagang dapat memastikan timbangan yang digunakan tidak merugikan konsumen, sekaligus menghindari potensi sanksi apabila menggunakan alat ukur yang tidak sah atau tidak akurat.
“Dengan tera ulang ini saya dapat memastikan timbangan yang digunakan tidak merugikan konsumen," ujar satu pedagang Siti Fatimah.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.