Banjarmasin (ANTARA) - Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan H. Muhammad Yamin HR berkomitmen melakukan langkah perbaikan fiskal pada sektor lingkungan pada kinerja pemerintahannya di tahun 2026.
Wali Kota Yamin di Banjarmasin, Senin, menyatakan, sebagai Kota Seribu Sungai, Banjarmasin masih menghadapi sejumlah tantangan lingkungan seperti pencemaran air, pengelolaan sampah, hingga risiko banjir.
Karena itu, lanjut dia, realisasi anggaran pada sektor lingkungan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai efektivitas kebijakan pemerintah daerah.
Wali Kota Yamin berharap evaluasi terhadap pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dapat menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah terkhusus pula dalam kebijakan fiskal di sektor lingkungan.
Sebab, ungkap dia, Kota Banjarmasin saat ini menghadapi permasalahan sampah yang kian rumit akibat ditutupnya Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan RI sejak Februari 2025.
"Pemkot Banjarmasin harus berjuang mengatasinya dengan menggalakkan pilah sampah, selain memperbaiki kondisi TPAS Basirih sesuai instruksi Kemen-LH," paparnya.
Menurut dia, kebijakan pelaksanaan anggaran harus berorientasi memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk di sektor lingkungan.
Wali Kota Yamin menegaskan komitmen Pemkot Banjarmasin untuk terus mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang efektif, efisien, akuntabel, dan transparan sesuai standar akuntansi pemerintahan.
"Kami terus berupaya untuk lebih efektif dan efisien melaksanakan APBD demi mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang baik, valid, akuntabel dan transparan, demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," demikian katanya.
Pewarta: SukarliEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.