Hari ini kami mulai panen jagung di lahan tiga hektare dari total lima hektare,

Banjarmasin (ANTARA) - Polresta Banjarmasin mulai memanen jagung di lahan rawa seluas tiga hektare dari total lima hektare lahan yang ditanami di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, dengan total produksi diperkirakan mencapai lima ton jagung pipil.

Kasi Humas Polresta Banjarmasin Ipda Adi Harry Sucahyo di Banjar, Sabtu, mengatakan panen tahap awal dilakukan pada lahan seluas tiga hektare dari total lima hektare yang ditanami sejak 9 Maret 2026.

"Hari ini kami mulai panen jagung di lahan tiga hektare dari total lima hektare yang ditanam sejak 9 Maret 2026," kata Adi Harry.

Ia mengatakan panen dilakukan secara bertahap karena kondisi lahan rawa yang masih lembek sehingga proses pemanenan harus dilakukan secara manual agar hasil panen dapat diperoleh secara optimal.

Baca juga: Polresta Banjarmasin awasi tanam jagung jaga program ketahanan pangan

Menurut Adi Harry, hasil panen dari seluruh lahan diperkirakan mencapai sekitar lima ton jagung pipil meskipun tanaman sempat mengalami serangan hama ulat pada masa pertumbuhan.

"Karena adanya serangan hama ulat, kami mempercepat waktu panen. Untuk hasil keseluruhan kurang lebih lima ton," ujarnya.

Ia menjelaskan percepatan panen dilakukan untuk menjaga kualitas dan kuantitas hasil produksi agar tidak menurun akibat serangan hama yang berkelanjutan.

Adi Harry menambahkan proses panen diperkirakan selesai dalam waktu sekitar satu pekan ke depan.

Baca juga: Polresta Banjarmasin tanam jagung seluas 11 hektare dukung ketahanan pangan

"Perkiraan panen jagung pipil ini selesai sekitar satu minggu ke depan," katanya.

Ia menilai hasil panen tersebut menunjukkan potensi pemanfaatan lahan rawa yang sebelumnya tidak produktif menjadi kawasan pertanian yang menghasilkan.

Menurut dia, pemanfaatan lahan tidur yang diinisiasi Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dapat menjadi salah satu model pengembangan pertanian produktif untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan nilai ekonomi lahan yang belum tergarap.
 



Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026