Tanjung (ANTARA) - Para petani yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan akan membawa sejumlah produk unggulan daerah di Pekan Nasional (Penas) XVII 2026 di Provinsi Gorontalo pada, 20 hingga 26 Juni 2026.
Produk unggulan yang akan ditampilkan mulai dari Kopi Pasak Bumi Desa Teratau Kecamatan Jaro, Kopi Batu Kumpai Desa Santuun dan Beras Aromatik Kecamatan Muara Uya.
Ketua KTNA Kabupaten Tabalong Mansyah menjelaskan produk unggulan yang akan dipamerkan merupakan komoditas lokal yang punya nilai ekonomi tinggi dengan kualitas ekspor.
"Tabalong punya produk lokal yang memang layak untuk dikembangkan sebagai produk ekspor seperti kopi Pasak Bumi," jelas Mansyah, Jumat.
Di Penas XVII tahun 2026 sebanyak 13 petani yang diberangkatkan berasal dari Kecamatan Muara Uya, Tanta, Bintang Ara, Pugaan, Haruai, Kelua, Banua Lawas dan Upau.
Baca juga: Ditbinmas Polda Kalsel lakukan penilaian tiga pilar di Desa Uwie Tabalong
Kabid Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kabupaten Tabalong Rahmat Effansyah menyebutkan perwakilan petani milenial dan petani berprestasi turut diberangkatkan untuk menambah wawasan selama mengikuti Penas XVII tahun 2026.
"Pelibatan petani milenial sebagai penyemangat untuk menarik minat generasi muda agar berperan dalam bidang pertanian," jelas Effansyah.
Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani berpesan agar petani dapat belajar, bertukar pengalaman serta melihat berbagai inovasi dan perkembangan bidang pertanian, perikanan dan peternakan dari berbagai daerah di Indonesia.
“Gunakan kesempatan ini untuk saling bertukar informasi, pikiran dengan peserta KTNA lainnya guna kemajuan pertanian di Tabalong," pesan Noor Rifani.
Baca juga: PHI bekali ASN Tabalong pengembangan kompetensi kepemimpinan
Terpisah salah satu petani milenial asal Desa Mangkusip Kecamatan Tanta Fitri Arini mengungkapkan rasa syukur bisa diberi kesempatan mengikuti Penas XVII yang menjadi sarana baginya untuk menambah wawasan dalam pengembangan tanaman hortikultura yang digelutinya selama ini.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.