Seminar ini memiliki peran strategis dalam memperkuat literasi sejarah lokal,

Kandangan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel),jj menggelar seminar kepahlawanan, dalam membangun karakter generasi muda melalui penguatan literasi sejarah dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

Seminar sejarah rekognisi serta internalisasi kepahlawanan Tumenggung Antaluddin dan Datu Durabu dalam Pembentukan Karakter Generasi Muda HSS tersebut dibuka Wakil Bupati (Wabup) HSS H. Suriani, di Kandangan, Kamis.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten HSS itu dihadiri Sekretaris Daerah HSS, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda HSS, Kepala Disdikbud HSS, Kepala Bidang Kebudayaan, para guru mata pelajaran IPS tingkat SMP dan SMA, serta sejumlah sastrawan dan budayawan.

Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber yang merupakan juriat atau keturunan dari tokoh sejarah daerah, yakni Fachruddin K.juriat Tumenggung Antaluddin, serta Muhammad Iqbal Albaqir, juriat Datu Durabu.

Kehadiran keduanya diharapkan mampu memberikan perspektif yang lebih mendalam, mengenai perjuangan dan keteladanan para tokoh yang telah menjadi bagian penting dari sejarah HSS.

Baca juga: Wabup HSS : Pembangunan daerah hakikatnya upaya bersama sejahterakan masyarakat

"Seminar ini memiliki peran strategis dalam memperkuat literasi sejarah lokal, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berakar pada nilai-nilai luhur daerah," kata wabup dalam sambutan membuka kegiatan seminar mewakili Bupati HSS H Syafrudin Noor.

Menurut dia, sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber pembelajaran yang memberikan arah bagi kehidupan hari ini dan masa depan.

"Melalui sejarah, kita memahami identitas, mengenal jati diri daerah, serta memetik nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu,” ucap wabup.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten HSS memiliki kekayaan sejarah yang sangat berharga, termasuk keteladanan dan perjuangan dua tokoh besar daerah, Tumenggung Antaluddin dan Datu Durabu.

Nilai-nilai kepahlawanan yang diwariskan kedua tokoh tersebut, seperti keberanian, integritas, pengabdian, semangat juang, dan kecintaan terhadap masyarakat, harus terus dikenalkan, dipahami, serta diwariskan kepada generasi muda.

Baca juga: Wabup buka sosialisasi program pascasarjana kerja sama Pemkab HSS-ULM

Diterangkan wabup, di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tantangan dalam pembentukan karakter generasi muda semakin kompleks.

Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas intelektual, tetapi juga pada penguatan karakter, integritas, tanggung jawab, semangat kebangsaan, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap daerah dan budaya.

"Para peserta kita harapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sejarah perjuangan para tokoh daerah, sekaligus mampu menginternalisasikan nilai-nilai kepahlawanan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat," ujarnya.

Tak lupa, ia mengajak seluruh peserta seminar untuk menjadikan sejarah sebagai sumber inspirasi dan motivasi dalam membangun masa depan Kabupaten HSS yang lebih maju, berkarakter, dan berdaya saing.

“Semoga seminar ini berjalan lancar, memberikan manfaat yang besar, serta melahirkan pemikiran dan gagasan konstruktif yang dapat mendukung kemajuan daerah dan pembangunan karakter generasi muda HSS,” tutupnya.



Pewarta: Fathurrahman
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026