Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, memastikan Tapin Art Festival 2026 tetap digelar pada 31 Juli hingga 5 Agustus mendatang dengan mengedepankan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas acara.
Wakil Bupati Tapin H Juanda menjelaskan, festival budaya tahunan tersebut wajib dilaksanakan karena telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata, sehingga menjadi salah satu agenda strategis daerah guna memperkenalkan seni dan budaya Tapin ke tingkat nasional.
"Tapin Art ini harus tetap dilaksanakan setiap tahun karena sudah tercatat dalam kalender event nasional. Untuk masuk ke dalam kalender tersebut proses penilaiannya juga tidak mudah," ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Kamis.
Baca juga: Tapin Art Fest 2025 dikunjungi 144 ribu pengunjung
Menurut Juanda, penyelenggaraan tahun ini dilakukan dengan sejumlah penyesuaian menyusul kondisi ekonomi daerah dan kemampuan perusahaan yang selama ini menjadi mitra pendukung kegiatan.
Meski demikian, kata dia, panitia mampu menekan kebutuhan biaya tanpa mengurangi substansi maupun daya tarik festival yang selama ini menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Tapin.
"Penyesuaian dilakukan agar kebutuhan kegiatan dapat diminimalkan tanpa mengurangi kualitas pelaksanaannya," kata Juanda.
Baca juga: Bupati Tapin: Bantuan CSR PT AGM perkuat pemberdayaan UMKM
Ia mengatakan, perubahan yang paling menonjol pada pelaksanaan tahun ini berada pada komposisi pengisi acara hiburan yang lebih banyak melibatkan seniman lokal dan regional dibandingkan mendatangkan artis dari luar daerah.
"Kita memaksimalkan potensi artis lokal dan daerah sesuai kemampuan yang ada. Namun yang jelas, kemeriahan kegiatan tetap kita jaga," tambahnya.
Dengan tetap terlaksananya festival di tengah upaya efisiensi, ucap Juanda, Pemkab Tapin berharap agenda tersebut dapat terus menjadi etalase seni, budaya, dan pariwisata daerah yang mampu menarik perhatian publik nasional.
Pewarta: Muhammad Rastaferian PasyaEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.