Banjarmasin (ANTARA) - Tuan Guru Haji Madyan Noor Mar'ie dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengingatkan kaum Muslim beramal ibadah betul-betul dengan ikhlas atau karena Allah
"Karena dalam pengadilan akhirat kelak kita tidak berbohong sedikitpun. Allah yang menghakim Maha Tahu," ujar Tuan Guru Madyan dalam tausyiahnya di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut,. Rabu malam.
Mengawali tausyiahnya, Tuan Guru yang lama menimba ilmu agama di Mekkah - Madinah,. Arab Saudi itu menerangkan Hadits Rasulullah Muhammad SAW riwayat Imam Buchari yang menceritakan tiga kelompok manusia di pengadilan Rabul Izati di akhirat kelak.
Diceritakan, tiga kelompok manusia tersebut pertama orang mati syahid. Ketika itu, Allah bertanya kepada orang mati syahid; apa alasan dasar kamu ikut berperang?
Si mati syahid itu menjawab: karena memenuhi perintah Mu Ya Allah (karena Allah). Allah pun berkata; tidak benar, Kamu ikut berperang karena ingin dibilang pemberani. Allah pun memerintah Malaikat menceburkan si mati syahid tersebut ke neraka.
Baca juga: Tuan Guru Madyan ungkap keutamaan sepuluh hari pertama Zulhijah
"Kemudian kelompok kedua, Allah mengadili orang yang menuntut ilmu dan belajar Al Qur'an (orang alim ilmu agama dan qur'an). Allah bertanya alasan menuntut ilmu agama dan Al Qur'an, yang dijawab memenuhi perintah Mu Ya. Allah. Allah bilang tak benar sera memerintah Malaikat menceburkan ke neraka," kutip mantan Ketua Persatuan Qari dan Qari'ah DKI Jakarta itu.
Sedangkan kelompok ketiga, lanjut Tuan Guru asal Amuntai (185 km utara Banjarmasin), ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel itu, Allah mengadili orang kaya atau hartawan,
Diceritakan, Allah bertanya; untuk apa atau kemama hartamu kau gunakan? Orang kaya itupun menjawab; buat kemaslahatan umat. "Kata Allah tak berarti. Apa yang kamu lakukan agar kamu disebut dermawan. Malaikat ceburkan orang ini ke neraka," kutip Tuan Guru Madyan.
Baca juga: Tuan Guru Madyan ungkap keutamaan wudhu
Menurut keponakan almarhum Dr H Idham Chalid - mantan Wakil Perdana Menteri II pada masa Presiden Soekarno itu ketiga kelompok dalam pengadil Rabul Izati tersebut hanya contoh, tapi berlaku pula dengan hal-hal atau kelompok lainnya. B
"Ketiga kelompok manusia tersebut pada dasarnya mereka yang ria secara tersembunyi yang berarti sama menyerikatkan Allah. Sebab ria itu hanya pada Allah," demikian Tuan Guru Madyan Noor Mar'ie.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.