Barabai (ANTARA) - Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Banua Jingah, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung perbaikan gizi masyarakat secara luas.
"Saat ini kami sudah menjangkau 3.754 penerima manfaat program MBG di wilayah HST dan akan terus kami optimalkan," kata Kepala SPPG Banua Jingah HST Rahmi Hidayat di Barabai, Rabu.
Rahmi menerangkan, SPPG Banua Jingah, yang dikelola di bawah naungan Yayasan Al Futuwwah Kandangan, telah aktif menjalankan program MBG sejak diresmikan pada 18 Maret 2025.
Menurutnya, melonjaknya penyerapan manfaat mencerminkan sinergi yang luar biasa kuat antara tim pengelola lapangan, pihak sekolah, serta para kader kesehatan di tingkat desa.
"Kami berkomitmen penuh untuk memastikan setiap porsi makanan bergizi yang didistribusikan selalu higienis, tepat waktu, dan benar-benar jatuh ke tangan yang membutuhkan," ujarnya.
Rahmi memaparkan, penerima manfaat program ini terbesar adalah institusi pendidikan, dari tingkat taman kanak-kanak hingga madrasah aliyah dengan akumulasi mencapai 3.413 porsi.
Sementara itu, kelompok rentan yang terdiri atas ibu menyusui (busui), ibu hamil (bumil), dan anak balita mencapai 340 penerima manfaat, dengan sisa kuota yang dialokasikan untuk jajaran tenaga kependidikan (tendik) setempat.
Baca juga: SPPG Kasarangan HST bagikan 3.465 porsi, dapat respon positif dari penerima manfaat 3B
Rahmi menambahkan bahwa pemberian asupan bergizi secara rutin di lingkungan sekolah ini diharapkan mampu mendongkrak fokus belajar dan stamina fisik para siswa selama di kelas.
"Nutrisi yang seimbang adalah modal utama anak-anak kita agar bisa menyerap pelajaran dengan optimal tanpa kendala kelelahan. Melalui menu harian yang teratur ini, kita sedang berinvestasi besar pada kualitas masa depan generasi muda di Hulu Sungai Tengah," tutur Rahmi.
Tidak hanya fokus menyasar anak usia sekolah, SPPG Banua Jingah juga memperluas jangkauan programnya ke sektor kesehatan keluarga melalui program intervensi 3B.
Program khusus ini menargetkan pemenuhan gizi esensial bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak balita yang tersebar di delapan posyandu dengan total cakupan 340 jiwa.
"Langkah preventif ini sangat krusial dilakukan demi menekan risiko masalah tengkes (stunting) sejak masa kehamilan hingga periode emas pertumbuhan awal anak," tegasnya.
Baca juga: Program MBG Kecamatan Pugaan sasar 1.006 penerima manfaat
Secara rinci, sebaran wilayah layanan posyandu ini mencakup wilayah Desa Ayuang melalui Posyandu Dahlia (30 orang) dan Posyandu Sari Bunga (21 orang).
Di wilayah Desa Banua Jingah sendiri, layanan dikoordinasikan lewat Posyandu Merpati (64 orang) serta Posyandu Cenderawasih (33 orang).
Sementara itu, pergerakan di Desa Babai mencakup Posyandu Mawar (45 orang) dan Posyandu Anggrek (40 orang), yang kemudian digenapkan oleh wilayah Bakapas melalui Posyandu Cendrawasih (68 orang) dan Posyandu Mawar (39 orang).
Sejak memulai operasional perdananya pada pertengahan Maret tahun lalu, manajemen SPPG Banua Jingah terus mengoptimalkan rantai pasok dan logistik agar mutu makanan tetap terjaga hingga ke titik terjauh.
Pemanfaatan pemetaan digital pun dilakukan tim lapangan untuk memastikan akurasi jarak dan efisiensi waktu tempuh ke tiap sekolah maupun posyandu mitra.
Baca juga: Kantin sekolah jadi alternatif dapur MBG
"Akurasi data lapangan yang terintegrasi menjadi kunci utama kelancaran operasional harian yang masif ini," ujarnya.
Ke depan, Yayasan Al Futuwwah Kandangan bersama seluruh jajaran personel SPPG Banua Jingah berharap agar cakupan penerima manfaat ini bisa terus dipertahankan secara konsisten dan diperluas secara bertahap.
"Dukungan berkesinambungan dari pemerintah daerah, dinas terkait, serta partisipasi aktif masyarakat luas sangat diharapkan agar cita-cita mewujudkan generasi Bumi Murakata yang sehat, cerdas, dan bebas dari masalah gizi buruk dapat segera tercapai," imbuhnya.
Pewarta: Muhammad HidayatullahEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.