Rantau (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan  menggenjot pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) setelah capaian hingga Mei 2026 baru mencapai 13,26 persen atau masih di bawah target sementara sebesar 16,7 persen dari jumlah penduduk.

Kepala Dinas Kesehatan Tapin Noor Ifansyah di Rantau, Rabu, mengatakan realisasi capaian tersebut menempatkan Tapin pada peringkat keempat capaian CKG tertinggi di Kalimantan Selatan setelah Kabupaten Tanah Bumbu, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

"Hingga Mei target kita 16,7 persen, sementara capaian baru 13,26 persen, sehingga masih ada selisih yang harus dikejar," ujar Noor.

Ia menyebutkan, rendahnya capaian dibanding target dipengaruhi sejumlah kendala, terutama keterbatasan bahan medis habis pakai (BMHP) yang masih menunggu distribusi dari pemerintah pusat.

"Sebagian kebutuhan BMHP belum seluruhnya tersedia, meski pelayanan CKG di fasilitas kesehatan tetap berjalan dengan dukungan kerja sama berbagai pihak," katanya.

Selain itu, kata Noor, proses penginputan data penerima manfaat ke aplikasi pelaporan nasional juga menjadi tantangan karena tingginya volume data yang harus dimasukkan oleh petugas puskesmas.

"Petugas kesehatan tidak hanya melakukan input data, tetapi juga menjalankan tugas pelayanan lainnya sehingga pelaporan sempat terlambat," ungkap Noor.

Baca juga: Harga Cabai Hiyung Tapin naik, pasokan pasar masih minim

Dia menambahkan, Dinkes Tapin telah menggelar rapat koordinasi bersama penanggung jawab program dan manajemen puskesmas pada 9 Juni 2026 untuk mempercepat pelaporan data CKG.

"Dari hasil rapat, seluruh puskesmas sepakat meningkatkan percepatan penginputan data agar capaian layanan yang telah terlaksana di lapangan segera tercatat dalam sistem," tambahnya.

Noor mengungkapkan, program CKG saat ini telah dilaksanakan di seluruh puskesmas di Kabupaten Tapin sehingga masyarakat di seluruh wilayah sudah dapat mengakses layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ucap Noor, hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan pada peserta CKG, disusul diabetes melitus.

Baca juga: Pemkab Tapin integrasikan program untuk tekan angka stunting

"Kebanyakan didominasi penyakit yang dipengaruhi pola hidup, sehingga deteksi dini menjadi penting untuk mencegah risiko yang lebih berat," katanya menambahkan.

Ia menjelaskan, Dinkes Tapin menargetkan cakupan CKG mencapai 45 persen dari total penduduk pada akhir 2026. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah memperkuat sosialisasi, promosi kesehatan, serta layanan jemput bola melalui posyandu dan kegiatan kesehatan masyarakat lainnya.

"Melalui upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus mempercepat pencapaian target program di Kabupaten Tapin," ujarnya.



Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026