Washington (ANTARA) - Pemerintah Amerika Serikat membantah ditolaknya seorang wasit asal Somalia memasuki wilayah AS untuk mengikuti Piala Dunia FIFA 2026 adalah karena sentimen pribadi Presiden Donald Trump terhadap negara tersebut.
"“Presiden, dan hal ini dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang telah dilakukannya untuk membuka akses bagi orang-orang dari berbagai latar belakang, berbagai latar belakang agama, dan berbagai latar belakang ras, sangat mendukung hal seperti ini," kata Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Satuan Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia FIFA, Selasa.
"Dia sangat, sangat senang menyambut warga dunia, baik dari Afrika, Eropa, ataupun Amerika Selatan, untuk datang ke ajang Piala Dunia yang luar biasa ini," katanya menambahkan.
Namun demikian, Giuliani menegaskan bahwa pemerintah AS tidak akan membiarkan "orang-orang jahat" masuk ke AS dalam keadaan apapun.
"Trump berkomitmen tak hanya bagi warga Amerika, tetapi juga bagi semua pendatang internasional yang hadir untuk Piala Dunia maupun untuk perayaan 250 Tahun Amerika Serikat, untuk memastikan mereka aman dan senang selama di AS," ucap pejabat itu.
Pada Januari lalu, Trump mengatakan bahwa pemerintahannya akan mencabut kewarganegaraan Amerika Serikat yang telah diberikan kepada imigran naturalisasi dari Somalia atau negara lain apabila terbukti bersalah melakukan penipuan terhadap warga Amerika.
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi turnamen pertama yang diikuti oleh 48 tim nasional. Turnamen tersebut juga akan menjadi yang pertama diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Di Amerika Serikat, pertandingan akan digelar di 11 kota tuan rumah. Turnamen dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Pewarta: Nabil IhsanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.