Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, mendistribusikan 2.200 bibit tanaman buah kepada masyarakat sebagai upaya memperkuat ketahanan iklim dan mendorong penghijauan berbasis masyarakat guna mengurangi dampak perubahan iklim.
Bupati Tapin H Yamani mengatakan, perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama melalui aksi nyata di tingkat masyarakat.
"Penanganan sampah harus dimulai dari sumbernya. Kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah akan menjadi fondasi penting bagi terciptanya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan," ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Rabu.
Menurut Yamani, persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan utama karena pola pengelolaan yang masih bertumpu pada sistem kumpul-angkut-buang berpotensi meningkatkan beban tempat pemrosesan akhir serta emisi dari sektor persampahan.
"Upaya menjaga lingkungan tidak cukup melalui kebijakan pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah," kata Yamani.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tapin Raden Chandra Nugraha mengatakan, pemerintah daerah memperkuat gerakan penghijauan melalui distribusi ribuan bibit tanaman buah kepada masyarakat.
"Sebanyak 12 bibit durian ditanam di Desa Salam Babaris dan 2.200 bibit tanaman buah didistribusikan kepada masyarakat," katanya.
Chandra menjelaskan, program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang dipusatkan di Desa Salam Babaris, Kecamatan Salam Babaris.
Selain penanaman pohon, kata dia, kegiatan juga diisi dengan aksi bersih lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI di sekolah, desa, dan kelurahan serta Jambore Kader Program Kampung Iklim (Proklim) guna meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.
Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah, dunia usaha, komunitas, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Tapin.
"Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat penghijauan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga," tambahnya.
Pewarta: Muhammad Rastaferian PasyaEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.