Washington (ANTARA) - Departemen Keuangan AS pada Kamis (4/6) menjatuhkan sanksi kepada Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez serta kerabatnya, sekaligus kerabat mantan Presiden Raul Castro.

Orang-orang yang terkena sanksi di antaranya adalah istri Diaz-Canel, Lis Cuesta Peraza dan putranya, Manuel Anido Cuesta. Individu yang menjadi sasaran lainnya termasuk putra Castro, Alejandro Castro Espin, dan cucunya Raul Alejandro Castro Calis.

Pada pertengahan Mei, Departemen Kehakiman AS mendakwa Raul Castro dan lima perwira militer Kuba atas penembakan jatuh dua pesawat pada 1996 yang terkait dengan kelompok pengasingan yang berbasis di Miami, Brothers to the Rescue.

Havana menyebut tuduhan itu sebagai provokasi politik dan menekankan bahwa mereka bertindak untuk membela diri setelah berulang kali terjadi pelanggaran wilayah udara di negara itu oleh pesawat milik kelompok tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Kuba pada Jumat (29/5) mengatakan ancaman agresi AS terhadap negaranya semakin meningkat di tengah tekanan ekonomi dan pengetatan sanksi.

"Bahaya agresi militer terhadap Kuba meningkat setiap hari," kata Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Josefina Vidal Ferreiro dalam sidang parlemen.

Menurut Ferreiro, AS telah meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Kuba dalam beberapa bulan terakhir melalui langkah-langkah pembatasan untuk melumpuhkan perekonomian negara tersebut dan memicu krisis kemanusiaan.

"Perang ekonomi yang diberlakukan lebih dari enam dekade lalu telah diperketat dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa bulan terakhir," katanya.

Ferreiro juga menuduh AS menciptakan dalih baru untuk meningkatkan tekanan terhadap Kuba dan berpotensi membenarkan tindakan militer terhadap negara itu.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

 

​​​​​​​

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Depkeu AS sanksi Presiden Kuba, istri, dan putra Raul Castro

Pewarta: Katriana
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026