Kalau seorang Muslim masih 'mahual' (membantah) Tuhan Allah berarti orang itu tidak sukses sebagai hamba Ny

Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz Haji Ahamad  Razuqi atau Walad Haderawi dalam tausyiah di Masjid Al Falah Komplek Bumi Pemurus Permai Banjarmasin Selatan mengungkapkan seseorang Muslim yang tak sukses sebagai hamba Nya (Allah) . 

"Kalau seorang Muslim masih 'mahual' (membantah) Tuhan Allah berarti orang itu tidak sukses sebagai hamba-Nya," ujar Ustadz Walad Haderawi dalam tausyiahnya di hadapan jamaah Masjid Al Falah tersebut, sesudah shalat Subuh, Senin. 

Ustadz Walad Haderawi mengungkapkan ketidaksuksesan seseorang sebagai hamba-Nya pada pengajian rutin Kalam Ibnu Athaillah Askandari, seorang ahli tarekat asal Mesir yang terkenal dalam dunia Islam Abad XII. 

Ustadz yang pernah mondok di Hadramaut Yaman itu menjelaskan pengertian seseorang Musim yang tak sukses sebagai hamba Nya manakala tidak menerima qadha dan qadar Allah. 

Sebagai contoh seseorang yang menggerutu atas pemberian/nikmati Allah karena tidak sesuai pinta atau harapannya, padahal semua itu takdir yang sudah melalui pertimbangan. "Karena Allah Maha Tahu," tutur Ustadz Walad Haderawi tersebut. 

Mengawali tausyiahnya, Ustadz Walad Haderawi sekilas mengungkapkan kerendahan hati Ibnu Athaillah dalam suatu renungan seorang ahli tarekat dunia Islam itu. 

Ustadz HADIR Razuqi Dalam Haderawi saat tausyiah di Masjid Al Falah Komplek Bumi Penurus Permai Banjarmasin Selatan, sesudah shalat Subuh, Senin (1/6/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

Diungkapkan, dalam renungan Ibnu Athaillah mengaku dirinya hina atau belum apa-apanya bila dibandingkan dengan nikmat yang Allah berikan. 

"Sementara kita yang banyak dosa, 'pina paiiyanya' (merasa hebat) di hadapan Allah, terlebih terhadap sesema hamba Nya. Hal tersebut hendaknya kita sadari bersama," demikian Ustadz HA Razuqi Walad Haderawi. 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026