Rantau (ANTARA) - Tokoh agama Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, mengimbau masyarakat lebih bijak menyaring informasi yang beredar di media sosial menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Pengasuh Majelis Ta'lim Raudhaturrahmah Tapin Ustadz Achmad Sibawaihi Siraj mengatakan, derasnya arus informasi di era digital berpotensi memunculkan kesalahpahaman apabila masyarakat tidak cermat memverifikasi kebenaran suatu kabar.
“Di era digital saat ini arus informasi bergerak sangat cepat sehingga masyarakat jangan mudah percaya ataupun terpancing isu yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.
Berbagai isu sosial, kata dia, ekonomi hingga keamanan yang berkembang secara nasional dapat memicu keresahan di tengah masyarakat apabila disebarkan tanpa memastikan validitas sumber informasi.
"Momentum Idul Adha seharusnya menjadi sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat, bukan justru dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang dapat memecah belah," kata Ustadz Achmad.
Ia menyebutkan, mengajak masyarakat Tapin menjaga keamanan dan ketertiban daerah dengan membiasakan menyaring informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kepada orang lain.
“Kewajiban kita bersama adalah menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Tapin dengan menyaring setiap informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya kepada orang lain,” tambahnya.
Ustadz Achmad menyebutkan, pentingnya menjaga sikap saling menghormati dan memperkuat ukhuwah antarsesama agar suasana Idul Adha berlangsung damai, aman dan harmonis.
"Keharmonisan sosial di tengah masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga ketenteraman daerah ditengah meningkatnya aktivitas dan interaksi masyarakat menjelang hari besar keagamaan," ungkapnya.
Pewarta: Muhammad Rastaferian PasyaEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.