Banjarbaru (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) mendorong kolaborasi antar daerah serta penguatan kemandirian pangan rumah tangga sebagai strategi utama menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman di Banjarbaru, Kamis, mengatakan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga harus dimulai dari tingkat rumah tangga.

“Masyarakat bisa memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam komoditas seperti cabai, terong, dan ubi guna memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menilai langkah tersebut penting, sebagai antisipasi ketika terjadi gangguan pasokan atau kenaikan harga signifikan di pasar.

“Kemudian pemerintah kabupaten dan kota bisa mengklaster produksi pangan sesuai potensi wilayah masing-masing,” katanya.

Sebagai contoh, Syamsir berharap daerah dengan keterbatasan lahan seperti Kota Banjarmasin dapat bekerja sama dengan wilayah penghasil seperti Kabupaten Barito Kuala, Banjar, dan Tanah Laut.

Menurut dia, kolaborasi antar daerah lebih efisien dibandingkan mendatangkan pasokan dari luar Kalimantan yang membutuhkan biaya tinggi dan waktu distribusi lebih lama.

Ia juga menilai kerja sama tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani lokal karena hasil produksi terserap hanya di dalam daerah.

“Penguatan kolaborasi dan kemandirian pangan menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas daerah, karena ketersediaan pangan merupakan kebutuhan dasar yang tidak tergantikan,” ujar Syamsir.



Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026