Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) menyiapkan sekitar 60.000 bibit cabai untuk didistribusikan kepada masyarakat sebagai langkah konkret menekan inflasi yang tercatat sebesar 4,83 persen.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman di Banjarbaru, Rabu, mengatakan cabai dan bawang merah menjadi pemicu utama inflasi, terutama saat momen hari besar seperti Idulfitri, Idul Adha, dan kegiatan keagamaan lainnya.

“Selama ini, pasokan bawang merah masih bergantung dari luar daerah seperti Nusa Tenggara Barat dan Probolinggo, Jawa Timur,” ujarnya.

Ia menilai ketergantungan tersebut berisiko karena ketika produksi di daerah pemasok menurun, harga akan meningkat secara luas.

“Untuk mengurangi risiko tersebut, DPKP Kalsel juga mengembangkan sentra bawang merah di Banjarbaru, Tabalong, dan Tanah Bumbu,” katanya.

Syamsir menyampaikan bahwa pasokan cabai juga masih didatangkan dari luar daerah seperti Sulawesi, dengan kondisi belum sepenuhnya matang saat dikirim.

Oleh karena itu, ia menegaskan pengembangan cabai lokal difokuskan di wilayah pegunungan seperti Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan, meskipun produksinya masih terbatas.

“Distribusi 60.000 bibit cabai dilakukan hingga tingkat rumah tangga agar masyarakat dapat menanam secara mandiri di pekarangan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pasokan lokal sekaligus meredam gejolak harga di tingkat konsumen,” ujar Syamsir.



Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026