Tanah Laut, Kalsel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala) dan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, memperkuat kerja sama distribusi pangan guna menjaga stabilitas pasokan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor strategis.
Sinergi antarwilayah tersebut diarahkan untuk memperlancar arus komoditas bahan pokok, menekan disparitas harga, serta membuka peluang pengembangan usaha di sektor pangan dan turunannya.
Asisten Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Tala Abdillah di Pelaihari, Kabupaten Tala, Rabu, mengatakan kolaborasi antar daerah menjadi langkah konkret dalam memperkuat rantai pasok pangan yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat fasilitas distribusi pangan dan menjamin ketersediaan bahan pokok secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dia menambahkan penguatan distribusi pangan tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas harga, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lintas daerah yang lebih efisien dan terintegrasi.
Menurut dia, terhubungnya sektor pangan antarwilayah menjadi isu strategis nasional, terutama dalam menghadapi tantangan inflasi dan ketahanan ekonomi berbasis daerah.
“Sinergi ini juga menjadi sarana pertukaran informasi dan potensi usaha antar daerah agar lebih berkembang,” katanya.
Selain itu, ucapnya, kerja sama tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar, khususnya pada komoditas unggulan yang memiliki nilai jual tinggi di masing-masing daerah.
Bukan itu saja, penguatan sektor strategis lain turut dibahas sebagai bagian dari upaya diversifikasi ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Langkah ini dinilai sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi dari daerah sebagai fondasi pembangunan.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan efisiensi distribusi, memperkuat pasokan pangan, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Gunawan WibisonoEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.