Banjarmasin (ANTARA) - Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) memiliki peran tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan dasar, tetapi juga sebagai penggerak kemandirian pangan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga di tingkat masyarakat.

Kepala Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Amir Salhan, mengatakan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyerahkan bantuan bibit tanaman sayuran dan tanaman obat ke Posyandu di seluruh kabupaten/kota.

“Setiap kabupaten/kota mendapatkan alokasi untuk lima Posyandu. Bantuan yang diberikan berupa bibit tanaman sayuran dan tanaman obat keluarga seperti jahe, kencur, laos, dan sirih,” ujarnya, saat peringatan Hari Posyandu Nasional yang dirangkai dengan Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang perumahan dan transformasi Posyandu di Banjarbaru, Rabu.

Menurut Amir, program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga, tetapi juga mendorong pemanfaatan lahan pekarangan Posyandu sebagai sumber gizi dan kesehatan keluarga.

Dari sisi anggaran, nilai bantuan untuk lima Posyandu di setiap kabupaten/kota diperkirakan mencapai sekitar Rp90 juta. 

Anggaran tersebut mencakup pengadaan berbagai jenis bibit yang siap ditanam dan dikembangkan oleh masyarakat.

Pada tahap awal, penyerahan simbolis dilakukan untuk wilayah Banjarbakula yang meliputi Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Barito Kuala.

“Untuk penyerahan hari ini masih simbolis. Realisasi penyaluran secara langsung ke Posyandu direncanakan sekitar bulan Juni, karena proses pengadaan masih berjalan,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah proses pengadaan rampung, seluruh bantuan akan didistribusikan langsung ke Posyandu penerima di 13 kabupaten/kota agar dapat segera dimanfaatkan.

Program ini diharapkan mampu memperkuat peran Posyandu tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan dasar, tetapi juga sebagai penggerak kemandirian pangan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga di tingkat masyarakat.



Pewarta: Imam Hanafi
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026