Batulicin (ANTARA) - Omset UMKM di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, yang di hasilkan dari pengrajin kain tenun khas Pagatan tembus hingga miliaran rupiah per tahun.
"Untuk memenuhi pasar Domestik dan Internasional, dalam satu bulan kami harus menyiapkan sebanyak 550 lembar untuk diekspor," kata Pengrajin Kain Tenun Pagatan Asal Desa Manurung Kecamatan Kusan Tengah, Abdul Aziz di Batulicin, Sabtu.
Ia mengatakan, negara yang paling berminat terhadap produk kain tenun Pagatan, yakni Negara Malaysia, Singapura dan Kairo.
"Terakhir kami mengirim sebanyak 15 lembar ke Negara Singapura atas permintaan warga setempat. Beberapa hari yang lalu PT Arutmin Indonesia juga membeli lima lembar untuk dijadikan sampel pameran di Negara Belanda yang dilaksanakan pada Mei-Juni.
Artinya, kini permintaan masyarakat lokal maupun manca negara terhadap kain tenun khas Pagatan semakin banyak. Meningkatnya permintaan, juga berpengaruh terhadap jumlah produksi kain yang dibikin sehingga omset yang dihasilkan juga meningkat bahkan mencapai miliaran rupiah/tahun.
Baca juga: Dispersip Tanah Bumbu perkuat kolaborasi literasi bersama Rumah Pena BerAksi
Harga kain tenun yang disediakan bervariasi tergantung kualitas dan jenis motif, semakin berkualitas jenis tenun yang di produksi harganya juga semakin mahal mulai dari ratusan ribu per lembar hingga jutaan.
Untuk memenuhi kebutuhan permintaan pelanggan, sejak beberapa tahun yang lalu Aziz telah membina pelaku UMKM di kecamatan lain untuk memproduksi kain tenun. Bahkan, omset binaannya kini mencapai hingga ratusan juta/tahun.
"Kami memproduksi kain tenun khas Pagatan sejak 2012 dengan modal awal Rp6 juta. Awal 2016 omset mulai naik hingga Rp300 juta dan kini mencapai Rp1 Miliar," tutur Aziz.
Baca juga: Bupati: Kolaborasi jadi kunci kesuksesan pembangunan darah
Pewarta: Sujud MarionoEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.