Selamat kepada adinda Ayesha telah membawa nama harum ULM di level ASEAN dengan prestasinya meraih dua penghargaan sekaligus

Banjarmasin (ANTARA) - Ayesha Adara Huwaidha, mahasiswi Program Studi Administrasi Publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berhasil meraih penghargaan di Changemaker Youth ASEAN Excursion (CAYE) ASEAN 2026 setelah dalam forum internasional itu mengangkat isu kemiskinan di bantaran sungai.

"Selamat kepada adinda Ayesha telah membawa nama harum ULM di level ASEAN dengan prestasinya meraih dua penghargaan sekaligus," kata Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri di Banjarbaru, Sabtu.

Baca juga: ULM berikan pendampingan lima calon mahasiswa disabilitas ikuti SNBT

Sang rektor pun menyambut bangga kedatangan Ayesha setelah kembali dari Singapura dan Malaysia, dua negara penyelenggara CAYE ASEAN Batch #4 pada April tahun ini.

Prof Alim menyebut isu yang diangkat mahasiswa angkatan 2023 itu sangat khas mencerminkan kondisi lokal Kalimantan Selatan, yakni kehidupan masyarakat di bantaran sungai.

"Capaian yang diraih Ayesha menjadi bukti bahwa mahasiswa ULM mampu bersaing di tingkat global dengan membawa perspektif lokal yang relevan dan berdampak," jelasnya.

Dalam ajang tersebut, Ayesha mencatatkan prestasi sebagai 2nd Best Presenter (individual award) serta bersama timnya meraih 3rd Best Team, di tengah persaingan delegasi dari berbagai negara di kawasan ASEAN.

Dia bersama timnya mengangkat isu SDGs 1 (No Poverty) dengan judul “Poverty Above Water: Environmental Resilience Strategy to Achieve SDGs 1”.

Ayesha secara khusus mengangkat fenomena lokal dari Kalimantan Selatan, yakni kemiskinan di wilayah bantaran sungai.

Dia menjelaskan fenomena kemiskinan di atas air ini tidak hanya tentang rendahnya pendapatan, tetapi juga keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, sanitasi, pendidikan, dan layanan publik.

Baca juga: Mahasiswa Ilmu Komunikasi ULM pelajari praktik government public relations di Kemenkum

"Saya merasa bangga bisa membawa isu dari daerah saya ke forum ASEAN,” ungkapnya.

CAYE ASEAN adalah program studi banding dan pengembangan kepemimpinan intensif untuk pemuda Indonesia di Singapura dan Malaysia.

Program ini berfokus pada kunjungan universitas, pertukaran budaya, studi industri, dan inovasi sosial, yang bertujuan meningkatkan wawasan global dan keterampilan kaum muda.

Selama kegiatan, peserta mengikuti focus group discussion (FGD), menyusun gagasan berbasis isu Sustainable Development Goals (SDGs), serta mempresentasikan solusi inovatif dalam bahasa Inggris di hadapan dewan juri.



Pewarta: Firman
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026