Banjarbaru Kalsel (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menekankan bahwa peran prajurit adalah sebagai garda terdepan bangsa.
Anggota DPRD Kalsel Adrizal menekankan itu, sesudah menghadiri penutupan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Rindam XXII/Tambun Bungai (TB), Jalan A Yani km 27 Landasan Ulin, Banjarbaru, Jumat.
Adrizal menghadiri penutupan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang I Tahun 2026 di Rindam XXII/TB itu mewakili Ketua DPRD Kalsel H Supian HK yang berhalangan hadir karena kegiatan kedewanan lain secara bersamaan.
Adrizal menyampaikan harapan besar kepada para prajurit muda yang baru saja menyelesaikan pendidikan dan pelantikan di Rindam XXII/TB tersebut.
Menurut dia, keberhasilan menyelesaikan pendidikan menjadi awal dari tanggung jawab besar sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.
“Saya berharap para prajurit muda mampu menjalankan peran sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa, sekaligus hadir sebagai teladan di tengah masyarakat melalui sikap disiplin dan dedikasi yang tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai yang telah prajurit peroleh selama pendidikan harus terus dijaga dan dikembangkan dalam setiap penugasan ke depan.
“Pengalaman selama pendidikan hendaknya menjadi bekal utama untuk mengabdi secara profesional, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI,” lanjut Adrizal.
Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai (TB), Mayjen TNI Zainul Arifin yang bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus menutup kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para siswa dalam menempuh pendidikan.
“Selamat kepada para siswa yang kini resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda)," ujar Jenderal TNI bintang dua yang berkedudukan di Kalimantan Tengah (Kalteng) tersebut.
Ia menekankan bahwa para lulusan merupakan prajurit terpilih yang harus menjaga kehormatan diri dan institusi.
“Kalian adalah prajurit pilihan yang telah ditempa untuk memiliki mental tangguh dan jiwa korsa yang kuat. Pertahankan dengan kinerja dan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.
Upacara penutupan pendidikan bintara dengan 91 lulusan tersebut dimeriahkan dengan penampilan aksi kolosal yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Kemudian dilanjutkan penyerangan oleh musuh yang berhasil digagalkan prajurit TNI dalam rangkaian aksi yang menegangkan layaknya adegan laga di televisi.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.