Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia memperkuat posisinya dalam pergaulan internasional di tengah situasi geopolitik global yang tidak terprediksi dan penuh dinamika.
"Menghadapi situasi global seperti ini, saya kira merupakan sebuah keharusan bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam tata pergaulan dunia dengan prinsip-prinsip yang kita ketahui merupakan tradisi politik luar negeri Indonesia, dengan prinsip-prinsip bebas aktif,' kata Sugiono di Jakarta, Rabu.
Sugiono menyampaikan kondisi global saat ini ditandai dengan perubahan yang cepat dan kompleks, yang berdampak pada tekanan ekonomi dunia, krisis kemanusiaan di berbagai kawasan, serta fragmentasi tata kelola global.
Menurut dia, kondisi tersebut mendorong Indonesia untuk tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dalam menjaga dan memperjuangkan kepentingan nasional, sekaligus berkontribusi pada stabilitas dan ketertiban dunia sesuai amanat konstitusi.
Dia menjelaskan penguatan posisi Indonesia di panggung global dilakukan melalui langkah konkret, terukur dan berkelanjutan dalam koridor diplomasi yang telah menjadi prinsip nasional.
Sugiono menambahkan dalam satu setengah tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, intensitas interaksi Indonesia dengan dunia internasional meningkat, ditandai dengan keterlibatan aktif dalam berbagai forum global yang dipimpin langsung oleh presiden.
"Aktifnya Indonesia di berbagai panggung internasional yang langsung dipimpin oleh Presiden untuk memastikan bahwa kepentingan nasional kita, bisa terjaga, bisa terfasilitasi dengan tidak mengorbankan hubungan dengan tetangga-tetangga kita, baik tetangga dekat, 'immediate' (hubungan langsung), tetangga yang 'intermediate' (hubungan antara/menengah), maupun tetangga yang jauh," kata dia.
Sugiono mengatakan intensitas yang tinggi itu diarahkan untuk memajukan kepentingan nasional dan turut serta dalam upaya-upaya menjaga ketertiban dunia.
Dalam konteks tersebut, Sugiono menuturkan Presiden Prabowo telah melakukan kunjungan kerja ke Moskow, Rusia bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas peningkatan kerja sama bilateral, termasuk di bidang energi alternatif, pertanian, ilmu pengetahuan, teknologi, serta antariksa.
Pertemuan itu juga membahas situasi global, khususnya di Timur Tengah, yang berdampak pada tekanan ekonomi berbagai negara.
Selain itu, Presiden Prabowo melanjutkan kunjungan ke Paris dan bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron guna memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, termasuk industri pertahanan, energi, mineral kritis, pendidikan, ekonomi kreatif, infrastruktur dan transportasi.
Sebelumnya, Presiden juga melakukan kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan yang menghasilkan kesepakatan dagang masing-masing senilai sekitar 23,63 miliar dolar AS dan 10 miliar dolar AS.
"Dari kunjungan tersebut, sekali lagi, kalau kita berbicara mengenai hasil yang konkret, pertama kita lihat intensitas aktifnya diplomasi Indonesia yang dilakukan oleh Presiden. Kemudian juga komitmen-komitmen yang terjadi ataupun dilakukan pada saat kunjungan-kunjungan tersebut," kata Sugiono.
Ia menggarisbawahi bahwa kunjungan itu adalah merupakan suatu kunjungan karena ingin menghasilkan sesuatu untuk rakyat Indonesia dari hubungan dengan berbagai negara di dunia itu.
Lebih lanjut Sugiono menambahkan diplomasi Indonesia saat ini menitikberatkan pada diplomasi ekonomi, termasuk mendorong investasi berkualitas dan berkelanjutan melalui kerja sama dengan Danantara sebagai kendaraan investasi nasional.
Ke depan, ucapnya, Kementerian Luar Negeri berkomitmen memperkuat kemitraan strategis untuk memperluas akses pasar serta menciptakan ekosistem investasi yang produktif dan inklusif.
Sugiono juga menekankan pentingnya stabilitas dunia sebagai prasyarat bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia.
"Saya kira situasi dunia yang stabil dan tertib merupakan idaman semua manusia di dunia ini, karena tanpa adanya situasi yang stabil tersebut tidak akan mungkin terjadi satu pembangunan ataupun satu upaya dalam rangka meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di semua negara," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Indonesia perkuat posisi global di tengah dinamika geopolitik
Pewarta: Fathur Rochman/Prisca Triferna ViolletaEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026