Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq meresmikan kantor ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACCTHPC) untuk menegaskan komitmen Indonesia sebagai pusat pengendali kabut asap lintas Asia Tenggara.

"Tahun 2016 Indonesia ditunjuk sebagai ACCTHPC, jadi sebagai tempat penggerak koordinasi lintas kontrol. Kemudian tahun 2023 Indonesia meratifikasi agreement (kesepakatan) tersebut dan secara resmi tahun 2023 ASEAN menetapkan ACCTHPC di Indonesia. Hari ini sedang disusun protokol untuk kemudian masing-masing negara akan melakukan ratifikasi melalui regulasi yang sesuai dengan negara-negara masing-masing," kata Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Rabu.

Menteri LH Hanif menjelaskan ACCTHPC adalah inisiatif yang dibangun oleh seluruh anggota ASEAN dalam rangka menyikapi kejadian kebakaran hutan yang semakin besar pada tahun 1997–1998. Saat itu terjadi kebakaran yang sangat masif dan menimbulkan haze atau kabut asap yang kemudian merusak semua tatanan.

"Hal itu berdampak sampai merugikan perekonomian, menurunkan kesehatan, yang kemudian antarnegara ASEAN saling menyalahkan. Untuk itu ASEAN menetapkan pembangunan ASEAN bebas kabut asap lintas batas. Jadi, ini sesuatu yang disepakati untuk bersama-sama menangani pergerakan asap lintas ASEAN," ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, Indonesia tengah menyusun peraturan presiden (perpres) tentang ratifikasi dari kerja sama ini melalui pusat koordinasi ASEAN tersebut, sekaligus mendorong seluruh negara ASEAN untuk menyelenggarakan rencana pengendalian kabut asap.

Baca juga: Banjarmasin perkuat aturan kawasan tanpa asap rokok

"Saat semua sudah menyetujui ratifikasi, maka kita semua akan secara resmi mengoperasikan ACCTHPC di sini. Namun untuk hari ini kita akan mengoptimalkan dalam rangka penanganan kebakaran hutan dan lahan di Tanah Air, karena sesuai dengan instruksi Presiden, maka pemerintah dan seluruh pihak diminta untuk melakukan akselerasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sini," papar Menteri LH Hanif.

Ia menegaskan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) juga akan mengumumkan kepada seluruh anggota negara ASEAN yang ada di Jakarta terkait hasil pertemuan hari ini untuk menjadi bahan koordinasi sambil menunggu operasional kantor secara langsung.

"Koordinasi ASEAN menjadi sangat penting untuk menangani kabut asap yang terjadi di sini, sehingga dengan demikian ke depan kita semua akan menggerakkan semua instrumen yang kita miliki untuk bersama-sama melakukan penanganan di regional ASEAN ini," ucap Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq.

Baca juga: Gunung Semeru hembuskan asap setinggi 1.000 meter






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RI jadi pusat pengendali kabut asap lintas ASEAN lewat ACCTHPC

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026