Banjarbaru (ANTARA) - Ikatan Motor Indonesia, Provinsi Kalimantan Selatan (IMI Kalsel), menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Banua Rally 2026 putaran 1 dan 2 di Banjarbaru pada 8–10 Mei sebagai seri pembuka dari empat putaran Kejurnas Rally Indonesia tahun ini.
“Ajang tersebut menjadi momentum penguatan olahraga otomotif nasional sekaligus mendorong lahirnya pembalap muda yang mampu bersaing di tingkat internasional,” kata Ketua IMI Kalsel Edy Sudarmadi dalam konferensi pers di Banjarbaru, Senin.
Ia menyebutkan penyelenggaraan kejuaraan didukung Bina Banua Group, AHSRT, Gazpoll Racing Team, dan HRT, dengan Ketua Penyelenggara Hasnuryadi Sulaiman serta Pimpinan Lomba Poedio Oetojo, melalui kolaborasi tim nasional dan klub lokal.
“Lintasan didominasi kecepatan tinggi dengan kombinasi gundukan dan lompatan yang menuntut ketelitian penyusunan pacenote, sehingga aspek navigasi menjadi faktor penting selain performa kendaraan,” ujarnya.
Edy mengatakan seluruh rangkaian kegiatan terpusat di kawasan Citra Mandiri City (CMC) sebagai lokasi seremoni pembukaan dan penutupan, area servis, serta sebagian special stage, dengan lintasan tambahan melintasi wilayah Martadah dan Pelaihari.
Baca juga: Pj Bupati Tapin ingin Kejurnas Rally Kalsel jadi event Asia Pasifik
Ia menyampaikan setiap putaran terdiri atas enam special stage dengan total jarak lebih dari 70 kilometer yang mengombinasikan permukaan gravel dan aspal untuk menguji konsistensi pembalap serta ketahanan kendaraan.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Rabu dengan survei lintasan dan pembagian atribut peserta, dilanjutkan Kamis untuk scrutineering dan shakedown, kemudian Jumat digelar briefing serta seremoni pembukaan sebelum lomba putaran pertama pada Sabtu dan putaran kedua pada Minggu.
Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Banua Rally 2026 Ervin Maladjong menyebut hingga saat ini sekitar 32 peserta telah memesan paddock, sementara peserta yang menyelesaikan administrasi pendaftaran antara lain berasal dari Medan dan Jakarta.
Ia mengatakan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah hingga penutupan pendaftaran karena peserta reli umumnya melengkapi administrasi pada tahap akhir setelah memastikan kesiapan kendaraan.
Baca juga: Trek "South Borneo Rally" dianggap salah satu terbaik di Indonesia
Menurut dia, pemilihan CMC sebagai pusat kegiatan mempertimbangkan aspek keamanan dan efisiensi teknis, termasuk jarak antar lintasan sekitar 40 kilometer yang dinilai ideal tanpa kebutuhan pengisian bahan bakar tambahan di tengah jalur.
Panitia menargetkan sedikitnya 40 mobil ambil bagian dan optimistis penyelenggaraan tahun ini dapat mengulang keberhasilan ajang serupa sebelumnya di Kalimantan Selatan.
“Selain kompetisi, kami berharap kejuaraan ini memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai salah satu pusat kegiatan otomotif nasional serta menarik minat pecinta motorsport dari berbagai daerah dengan tetap mengutamakan keselamatan penonton,” ujar Ervin Maladjong.
Pewarta: Tumpal Andani AritonangEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026