Istanbul (ANTARA) - Inggris tidak akan berpartisipasi dalam blokade Amerika Serikat terhadap Selat Hormuz, menurut laporan media lokal, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memblokade jalur pelayaran tersebut.
Seorang juru bicara pemerintah mengatakan Inggris tetap mendukung kebebasan navigasi dan tetap terbukanya Selat Hormuz, jalur yang penting bagi ekonomi global dan biaya hidup domestik.
Mengutip Sputnik, Trump menyatakan AS akan segera memulai blokade angkatan laut di Selat Hormuz untuk mencegah Iran melakukan apa yang disebutnya sebagai "pemerasan".
Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Aziz menyatakan, setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz akan diwajibkan membayar pungutan.
"Selat Hormuz tidak boleh dikenakan pungutan," kata pejabat Inggris tersebut, seperti dikutip Sky News.
Ia menyebut Inggris tengah bekerja secara mendesak dengan Prancis dan mitra lain untuk membangun koalisi guna menjaga kebebasan navigasi.
Trump sebelumnya mengatakan Inggris akan mengirim kapal penyapu ranjau untuk membantu membersihkan selat tersebut.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Trump: AS bisa lumpuhkan fasilitas energi Iran dalam sehari
Baca juga: Trump: Blokade di Selat Hormuz akan segera dimulai
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Inggris tidak ikut blokade AS di Selat Hormuz
Pewarta: Cindy Frishanti OctaviaEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026