"Karenanya kita mengapresiasi rencana pengembangan tanaman atau perkebunan kelapa genjah di Kalsel,"

Banjarmasin (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga membidangi pertanian secara umum (termasuk perkebunan) H Suripno Sumas berpendapat, prospektif kelapa genjah cukup menjanjikan. 

"Karenanya kita mengapresiasi rencana pengembangan tanaman atau perkebunan kelapa genjah di Kalsel, " ujar Suripno yang juga Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD provinsi setempat ketika dikonfirmasi, Senin. 

Dengan mengutip ahlinya, Anggota DPRD Kalsel dua periode itu menerangkan, bahwa tingkat produktivitas kelapa genjah jauh lebih tinggi dari kelapa dalam atau varietas lokal dan kelapa hibrida. 

"Kemudian masa produksi minimal 50 tahun, dan bisa mencapai 70 tahun," ujar wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel I/Kota Banjarmasin itu. 

Begitu juga pada usia tiga atau paling lambat lima tahun sudah berbuah dan pohonnya tidak tinggi seperti hibrida dan kelapa dalam yang berkembang di Kalsel tempo dulu, lanjut kakek dari beberapa orang cucu itu. 

Baca juga: Sekwan: Pembiayaan tiket pesawat anggota DPRD Kalsel gunakan "add cost"

Oleh karenanya, alumnus Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin yang juga pensiunan pegawai negeri itu bercita-cita kalau dirinya tak lagi jadi Anggota DPRD Kalsel menekuni usaha perkebunan kelapa genjah. 

Suripno mengaku, bahwa dirinya kini. sudah menyiapkan lahan dua hektare (ha) untuk berkebun kelapa genjah. "Insya Allah tahun sudah aku kebuni kelapa genjah," katanya. 

"Kalau kita memiliki kelapa genjah satu hektare saja misalnya, dengan santai/tidak perlu bersusah payah, kemungkinan bisa mengantongi duit sepuluh juta rupiah per sekali panen atau tiap pekan, " demikian Suripno Sumas. 

Program pengembangan perkebunan kelapa genjah oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian  Republik Indonesia (Ditjenbun Kementan RI) untuk Kalsel Tahun 2026 seluas 1.100 ha terbagi buat Kabupaten Barito Kuala (Batola) 600 ha dan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) 500 ha. 

Kelapa genah yang akan dikembangkan du Kalsel seluas 15.000 hektare hingga tahun 2030. (ANTARA/Syamsuddin Hasan)


Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026