Selasa, 24 Oktober 2017

404 Siswa di Kecamatan Simpur Terima PIP

id Disdik HSS, PIP, Pemkab HSS, KIP, KIP, Kominfo HSS
404 Siswa di Kecamatan Simpur Terima PIP
Bupati HSS H Achmad Fikry serahkan simbolis dana Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa di Kecamatan Simpur (Fathurrahman/Protokol dan Kehumasan Setda HSS/Antara Kalsel)
Bantuan bagi siswa SD masing-masing sebesar Rp450 ribu per tahun, dan SMP masing-masing sebesar Rp750 ribu tahun tahun penyaluran melalui buku rekening,
Kandangan, (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 404 orang siswa dari 11 desa se Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), menerima penyerahan secara simbolis bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).

Kepala Dinas Pendidikan, Nordiansyah , di Simpur, Kamis (12/10), mengatakan,  jumlah siswa tersebut terdiri dari, 358 orang murid Sekolah Dasar (SD), dan 46 orang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Bantuan bagi siswa SD masing-masing sebesar Rp450 ribu per tahun, dan SMP masing-masing sebesar Rp750 ribu tahun tahun penyaluran melalui buku rekening," katanya.

Dijelaskan dia, uang bantuan ini hanya untuk keperluan pendidikan anak, jangan digunakan untuk keperluan lainnya, hal ini perlu diketahui dan didukung para orang tua.

Menurut dia, jumlah siswa SD se Kecamatan Simpur seluruhnya yaitu 1.280 orang, dan siswa SMP 99 orang.

Bupati HSS H Achmad Fikry, mengatakan, program ini merupakan program pemerintah untuk membantu anak-anak usia sekolah, dengan harapan agar anak-anak tidak putus sekolah.

Menurut dia, bantuan tersebut diberikan melalui buku rekening, untuk membiasakan kepada anak sejak dini untuk menabung,  dan hanya mengambil uang yang disimpan berdasarkan keperluan.

"Adanya PIP ini maka  tidak ada alasan anak tidak sekolah, dan tidak ada lagi yang putus sekolah,"katanya, saat memberikan sambutan dalam sosialisasi PIP dirangkai penyerahan simbolis bantuan, di SDN Wasah Hulu, Kecamatan Simpur, Kamis (12/10).

Dijelaskan dia, program ini mendukung program pemerintah yang lain, yaitu menekan pernikahan anak usia dini, karena dari fakta menunjukkan anak yang menikah pada usia dibawah 18 tahun, tingkat kematian saat melahirkan cukup tinggi.

Bantuan sifatnya sementara, maka dia mengarahkan agar masyarakat meningkatkan kesejahteraan warga dengan berusaha dan tidak tergantung lagi pada bantuan pemerintah.

Ditambahkan dia, untuk modal berusaha, warga bisa menggunakan berbagai program yang disediakan oleh pihak perbankan, yang ada di wilayah Kabupaten HSS.

Editor: Fathurrahman

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga