Minggu, 22 Oktober 2017

Politeknik Dukung Kawasan Industri Batulicin

id Poltek
Politeknik Dukung Kawasan Industri Batulicin
. (Antaranews Kalsel/Firman)
Jadi sebelum industrinya berjalan, SDM-nya dulu kami siapkan, sehingga daerah sudah benar-benar siap dari segala aspek mendukung kawasan industri,
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kementerian Perindustrian telah memetakan kekuatan yang dimiliki Indonesia dalam upaya memacu produktivitas industri nasional di masa depan.
    
Provinsi Kalimantan Selatan pun mendapat kepercayaan membangun kawasan industri baru, yakni di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu dan Jorong Kabupaten Tanah Laut.
    
Untuk mendukung menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) handal di bidang perindustrian nantinya, Politeknik Industri pun dibangun di Batulicin yang terintegrasikan dengan kebutuhan tenaga ahli oleh berbagai perusahaan yang berdiri di kawasan industri tersebut.
    
"Kepercayaan dari pemerintah pusat harus bisa kita buktikan dengan terwujudnya kawasan industri yang terintegrasi dan dipastikan putra daerah yang terserap sebagai tenaga kerjanya untuk kesejahteraan masyarakat setempat," kata Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor kepada wartawan di Banjarmasin, Rabu.
   
Hal itu dikatakan Sahbirin usai membuka Forum Group Discussion (FGD) Pembangunan Politeknik Industri Batulicin di Hotel Golden Tulip Galaxy Banjarmasin.
    
Gubernur berharap sesegera mungkin Politeknik Industri dengan berbagai bidang jurusan atau  keahliannya bisa berjalan sembari pemerintah menyiapkan regulasi berdirinya banyak industri strategis dan besar di Batulicin maupun di Jorong.
    
"Progressnya kami sudah menyiapkan lahan dengan didukung Bupati untuk aturannya dan kita perjuangkan ke pusat rame-rame," jelas Sahbirin.
    
Sementara Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming mengatakan, tersedianya SDM lokal untuk mendukung kawasan industri menjadi wajib jika berkaca pada pengalaman beberapa daerah yang terkesan tidak siap hingga berujung protes dari masyarakatnya.
    
Mardani mencontohkan kasus di Kawasan Industri Morowali atau ‎Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah yang memproduksi hasil pengolahan dan pemurnian smelter, acap kali didemo masyarakat lantaran tak bisa menyerap tenaga kerja lokal akibat tidak adanya lembaga pendidikan yang khusus mencetak SDM di bidang industri yang dibutuhkan.
    
"Jadi sebelum industrinya berjalan, SDM-nya dulu kami siapkan, sehingga daerah sudah benar-benar siap dari segala aspek mendukung kawasan industri," jelas Mardani.
    
Pria yang pernah memegang rekor bupati termuda se-Indonesia pada tahun 2010 ini mengungkapkan, Politeknik di Batulicin sebenarnya sudah berjalan sejak 2015. Namun hanya diplot untuk mendukung industri skala daerah dengan dikelola swasta.
    
Sedangkan Politeknik yang nantinya diambil alih pemerintah tersebut prospeknya jauh lebih besar dengan didukung saran dan prasarana belajar mumpuni di bidang industri.
    
"Untuk Kementerian Pendidikan tidak ada lagi membangun Politeknik, namun alhamdulilah ada jalan lain, yakni Kementerian Perindustrian yang mendukung penuh berdirinya Politeknik Negeri. Jadi berbeda dengan Politeknik di Tanah Laut yang di bawah binaan Kementerian Pendidikan, kalau kita bentukan Kementerian Perindustrian," pungkas Mardani.

Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Top News
Baca Juga