Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar kerja bakti (korvei) dan Gerakan Indonesia Asri di kawasan Pasar Keraton Rantau guna menekan volume sampah di pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sekitar 500 personel gabungan terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri atas aparatur sipil negara (ASN), personel kepolisian, TNI, serta karyawan swasta.
Bupati Kabupaten Tapin H Yamani mengatakan, Pasar Keraton menjadi fokus karena memiliki intensitas aktivitas tinggi yang berdampak langsung pada peningkatan timbunan sampah.
“Pasar ini merupakan pusat pergerakan ekonomi masyarakat, sehingga kebersihannya perlu dijaga bersama,” ujar Yamani di Rantau, Kabupaten Tapin, Kamis.
Ia menyebutkan, pemerintah daerah akan merutinkan kegiatan korvei dua kali sepekan, yakni setiap Selasa di lingkungan perkantoran dan Kamis di ruang publik seperti pasar dan tempat ibadah.
"Pelaksanaan pada Kamis kali ini disesuaikan dengan kebijakan kerja dari rumah (WFH) pada Jumat di lingkup Pemkab Tapin," katanya.
Baca juga: Tapin raih terbaik nasional penanganan kemiskinan ekstrem
Selain pembersihan fisik, ucap Yamani, kegiatan korvei dan gerakan indonesia asri juga diarahkan sebagai upaya edukasi kepada pedagang dan pengunjung pasar terkait pengelolaan sampah.
“Kami tidak hanya membersihkan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam membuang sampah,” tambah Yamani.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tapin Nordin menyebutkan, kawasan pasar menjadi salah satu titik dengan volume sampah tinggi sehingga membutuhkan intervensi berkelanjutan.
Melalui pendekatan gotong royong dan edukasi, Nordin berharap, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dapat meningkat dan berdampak pada kualitas lingkungan yang lebih sehat.
