Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz Muhammad Hilal dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengingatkan kaum Muslim agar jangan sombong seperti iblis syaitan. 

"Memang sombong itu sifat atau perilaku iblis syaitan. Kalau seorang Muslim sombong berarti sama dengan iblis syaitan," tagas Ustadz Hilal dalam tausyiahnya di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut, Arba (Rabu) malam. 

Ia memberi contoh seorang Muslim yang memamerkan amal ibadah untuk menggapai surga sama dengan menyombongkan diri, berarti pula tidak jauh beda dengan iblis syaitan. 

"Padahal amalan atau amal ibadah tidak menentukan masuk surga. Yang menentukan masuk surga karena rahmat Nya (Allah)," ujar ustadz yang pernah mondok di Hadramaut Yaman tersebut. 

Namun, lanjut ustadz asal "Bandung Kalimantan" (julukan Presiden Soekarno) atau "kota apam" Barabai (165 km timur laut Banjarmasin), ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel tersebut, bahwa beramal ibadah itu perlu. 

"Sebab amal ibadah itu peluang besar untuk masuk surga," ujar Ustadz Hilal dengan mengutip Kalam Imam Ali atau Syaidina Ali radiallahu anhu (ra). 

Baca juga: Ustadz Hilal ingatkan dunia sesaat isilah kebaikan dan ta'at kepada Allah

Sebagaimana Kalam Imam Ali : "Barang siapa menyangka tanpa pengorbanan sampai ke surga sama dengan menghayal," kutipnya. 

Ia menjelaskan, pengertian dari Kalam Imam Ali tersebut harus beramal ibadah sebagai bentuk pengorbanan untuk sampai ke surga. 

Ustadz Muhammad Hilal saat tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Rabu (8/4/2026) malam. (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

Pada kesempatan tersebut, dia menceritakan/mencontohkan seorang yang "Arif Billah" (orang yang dekat dengan Allah). 

"Seorang Arif Billah ketika teman-temannya menjauh dari dirinya, dia tidak kecewa, bahkan bersyukur. Karena kesempatan merenung koreksi diri supaya lebih baik lagi," demikian Ustadz Muhammad Hilal. 
Baca juga: Ustadz Hilal nyatakan peperangan melawan hawa nafsu berlanjut



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026