Banjarmasin (ANTARA) - Guru Haji Saiful Anshari dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin mengungkapkan makna hakiki dari zahir dan batin sebagaimana dalam "Asmaul Husna" (99 nama Allah SWT).

"Dalam Asmaul Husna kan ada kata  Az Zhaahir dan Al Baathin, dalam pengertian sederhana zahir = tampak/terlihat, dan batin = tersembunyi/tidak terlihat oleh panca indra kita," ujar Guru Saiful dalam tausyiahnya, sesudah shalat Subuh, Selasa. 

Ia menjelaskan, tampaknya Allah tidak sama dengan makhluk ciptaan Nya yang butuh tempat. "Tapi tampaknya Allah dari segala ciptaan Nya seperti alam semesta beserta isinya," kata Guru Saiful. 

Begitu pula tidak tampaknya Allah tak sama dengan hamba atau makhluk ciptaan Nya, lanjut guru yang juga pengasuh salah satu pondok tahfiz (hafal qur'an) di "kota seribu sungai* Banjarmasin tersebut. 

Baca juga: Ustadz Luthfi ungkap rahasia keshalehan seseorang

Guru Saiful mengemukakan itu dalam kajian rutin "Sifat 20" atau tarekat Asysy'ariah dari Abul Hasan Asysy'ari yang pada kesempatan kali ini membicarakan sifat Nafsiyah. 

"Nafsiyah adalah sifat wajib Allah yang berkaitan langsung dengan Dzat-Nya, berfungsi menunjukkan keberadaan Dzat tersebut secara murni tanpa sifat tambahan. Sifat nafsiyah hanya terdiri dari satu, yaitu Wujud (Ada), yang bermakna Allah ada dengan sendirinya tanpa didahului sebab atau diciptakan," ujarnya.

Baca juga: Ustadz Hilal ingatkan dunia sesaat isilah kebaikan dan ta'at kepada Allah

Sifat Nafsiyah menegaskan, bahwa keberadaan Allah adalah sebuah keniscayaan, demikian Guru Saiful Anshari.

Guru H Saiful Anshari saat tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, sesudah shalat Subuh, Selasa (7/4/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)


Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026