Minggu, 22 Oktober 2017

Nenek Lana Tergeletak Dengan Luka Tebasan Di Leher

id Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Polres Balangan, Polsek, Polisi, Polri, Hukum, Kriminal, Nenek Lana, Desa Lajar, Penganiayaan, Polsek Lampihon
Nenek Lana Tergeletak Dengan Luka Tebasan Di Leher
Nenek Lana (55) dirawat Intensif di RSUD Balangan, akibat luka tebasan di leher (Antaranews Kalsel/Roly Supriadi/Hms)
Jailani meminta keluarga korban, Rusmini, untuk memeriksa keadaan isterinya, ternyata terdapat luka menganga di leher,
Paringin, (Antaranews Kalsel) - Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, Kalsel, selidiki kasus penganiayaan dengan pemberatan yang menimpa seorang nenek berusia 55 tahun warga Desa Lajar.

Nenek Lana alias Ma Ibah (55), ditemukan warga tergeletak di rumahnya dengan posisi terlentang, kepala menghadap keluar rumah, dan badan tertutup selimut. Saat di periksa, terdapat luka menganga bekas tebasan di leher sebelah kiri, Selasa, (10/10) sekitar pukul 06.30 Wita.

 Kapolsek Lampihong, Ipda Krismianto mengatakan, diperkirakan kejadian sekitar pukul 05.00 Wita hingga 06.30 Wita, saat warga menemukan korban tergeletak di rumahnya.

"Salah satu warga bernama Yani, berniat membeli rokok kerumah korban, sekitar pukul 06.30 Wita, karena korban kesehariannya berjualan di rumahnya," katanya.

 Saat Yani memanggil, tak ada sahutan dari dalam rumah, dan pintu rumah sedikit terbuka, sehingga Yani memanggil sembari menjenguk dari sela pintu tersebut.

Saat itulah saksi Yani melihat korban tergeletak di rumahnya, Yani langsung meninggalkan lokasi kejadian.

Sementara itu Jailani, suami korban terlihat oleh warga lainnya di depan rumah sekitar pukul 06.40 Wita, sedang meminta pertolongan warga untuk memanggil keluarga korban.

"Jailani meminta keluarga korban, Rusmini, untuk memeriksa keadaan isterinya, ternyata terdapat luka menganga di leher, dan langsung meminta tolong kepada warga agar membawanya ke rumah sakit," jelasnya.

Nenek Lana masih dirawat intensif di RSUD Balangan, sementara itu, pihak Polsek Lampihong telah mengamankan beberapa barang bukti, diantaranya satu bilah parang beserta sarungnya, satu buah tikar dan satu buah piring terdapat bercak darah.

Selanjutnya Polsek Lampihong akan melakukan olah TKP pada Rabu, (11/10) sekitar pukul 05.00 Wita, untuk menyesuaikan dengan waktu kejadian. Serta ada enam orang saksi yang akan dimintai keterangan.

Editor: Roly Supriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Top News
Baca Juga