Selasa, 24 Oktober 2017

Polres Banjarbaru Bongkar Jaringan Pengedar Sabu Medan

id Kapolres Banjarbaru, Polres Banjarbaru Bongkar Jaringan Pengedar Sabu Medan
Polres Banjarbaru Bongkar Jaringan Pengedar Sabu Medan
Kepala Kepolisian Resor Banjarbaru AKBP Kelana Jaya.(Antaranews Kalsel/ist.)
Keduanya ditangkap setelah turun dari pesawat di kawasan Bandara Syamsudin Noor.
Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Kepolisian Resor Banjarbaru, Kalimantan Selatan membongkar jaringan pengedar narkotika jenis sabu-sabu asal Medan, Sumatera Utara dan menangkap dua kurir atau pengantar barang haram itu.

Kepala Kepolisian Resor Banjarbaru AKBP Kelana Jaya di Banjarbaru, Senin mengatakan, penangkapan dua kurir sabu-sabu berinisial AF dan RD dilakukan pada Sabtu (7/10) siang.

"Keduanya ditangkap setelah turun dari pesawat di kawasan Bandara Syamsudin Noor. Hasil penggeledahan ditemukan sabu-sabu seberat 297,15 gram," ujar dia.

Menurut kapolres didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Zaenuri, penangkapan berawal dari informasi kedatangan dua pria menggunakan pesawat udara dari Jakarta ke Banjarmasin.

Dijelaskan, informasi itu menyebutkan dua pria yakni AF dan RD adalah kurir atau pengantar sabu-sabu dari jaringan Medan yang menggunakan jalur udara dari Padang ke Jakarta dan Banjarmasin.

"Informasi tersebut kami tindaklanjuti dengan memantau gerak gerik dua pria yang baru turun dari pesawat. Setelah diikuti, keduanya diamankan di areal parkir Bandara," ucap kasat.

Disebutkan, hasil penggeledahan di sekujur tubuh AF warga Rawasari Indah Banjarmasin Tengah dan RD warga Jalan Beramban Raya, Tanah Laut ditemukan sabu-sabu hampir seberat 3 ons.

"Barang bukti sabu-sabu ditemukan dengan berat kotor 297,45 gram dan berat bersih 297,15 gram, di samping barang bukti baik baju maupun celana milik keduanya," sebut kasat.

Dikatakan, keduanya mengaku sabu-sabu yang dibawa merupakan titipan orang seseorang dari Kota Banjarmasin dan rencananya diletakkan pada suatu tempat di kota itu.

"Mereka hanya pengantar atau kurir yang membawa sabu-sabu dari Padang hingga Banjarmasin. Sistemnya memang seperti itu, sabu-sabu pesanan ditinggal di suatu tempat lalu diambil," kata dia.

Ditambahkan, pihaknya masih terus mengembangkan penyelidikan kasusnya namun kesulitan karena sistem jaringan sabu-sabu yang terputus terutama jika ada pelaku yang tertangkap.

"Kasusnya masih dikembangkan dan kesulitannya, jaringan yang terputus jika ada pelaku yang tertangkap. Namun, kami terus berupaya mengungkap asal barang dan pemesan," katanya.

Editor: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga