Rantau (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, membentuk tim pembina Program Kampung Iklim (ProKlim) untuk memperkuat aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis desa dan kelurahan.

Kepala DLH Tapin Nordin mengatakan, tim pembina ProKlim ini akan berperan dalam pembinaan, pendampingan, hingga evaluasi kelompok masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup.

“Pembentukan tim bertujuan memperkuat ketahanan iklim dari tingkat desa hingga kota, serta meningkatkan jumlah wilayah yang mendapatkan penghargaan ProKlim dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ujar Nordin di Rantau, Kabupaten Tapin, Kamis.

Ia menyebutkan, pembentukan tim juga menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap target nasional 20.000 Kampung Iklim di Indonesia.

Tim pembina ProKlim, kata Nordin, akan memfasilitasi registrasi program ke Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI) serta melakukan verifikasi dan evaluasi lapangan.

Baca juga: Pemkab Tapin sidak ASN usai libur Idulfitri 1447 H

Selain itu, tim akan mengidentifikasi potensi wilayah untuk pengembangan kategori ProKlim, baik Lestari, Utama, maupun Madya, berdasarkan aktivitas mitigasi dan adaptasi yang dilakukan masyarakat.

"Kegiatan mitigasi meliputi pengelolaan sampah, bank sampah, hingga komposter, sedangkan adaptasi mencakup ketahanan pangan dan urban farming di tingkat lokal," ucapnya.

Nordin menambahkan, tim juga akan mendorong peningkatan partisipasi masyarakat melalui koordinasi lintas sektor hingga tingkat kecamatan dan kelurahan guna memastikan program berjalan berkelanjutan.

"Tim pembina ProKlim terdiri atas unsur pemerintah daerah, akademisi, pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta pegiat lingkungan," katanya menambahkan.

Melalui pembentukan tim ProKlim, Nordin berharap, semua desa dan kelurahan di Tapin bisa masuk dalam program ProKlim agar bisa meningkatkan edukasi serta kapasitas guna menghadapi perubahan iklim dan mengurangi pelepasan gas efek rumah kaca ke atmosfir.
 



Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026