Tahun ini kita sudah akan menggunakan DTSEN, DTSEN ini mengombinasikan tiga sumber data... supaya penyaluran kita akan lebih tepat sasaran,

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyebutkan penyaluran Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) tahun ini resmi menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar lebih tepat sasaran.

"Tahun ini kita sudah akan menggunakan DTSEN, DTSEN ini mengombinasikan tiga sumber data. Jadi harapannya memang tadi seperti disampaikan di awal bahwa supaya penyaluran kita akan lebih tepat sasaran," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek Sandro Mihradi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Sandro menjelaskan pada tahun-tahun sebelumnya dasar penentuan penerima KIP Kuliah masih merujuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

"Dimana di sini kita akan prioritaskan tentu saja kepada masyarakat yang berada pada Desil 1 dan 4, yaitu dari rentang sangat miskin sampai dengan rentan miskin," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah buka pendaftaran beasiswa KIP Kuliah SNBT hingga 7 April

Terkait jalur penerimaan, Sandro menyebutkan tahapan yang dilalui persis sama dengan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), yakni melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta Seleksi Mandiri di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Untuk memenuhi kriteria dan ditetapkan sebagai calon penerima, kata dia, pendaftar harus lulus seleksi masuk perguruan tinggi di lingkup Kemdiktisaintek terlebih dahulu dan terdata dalam DTSEN pada Desil 1 sampai 4.

Lebih lanjut status tersebut baru akan ditingkatkan menjadi penerima sah KIP Kuliah setelah mahasiswa menyelesaikan proses registrasi ulang di perguruan tinggi terkait serta lulus tahap verifikasi dan validasi dokumen pendaftaran.

Baca juga: Anggaran KIP kuliah meningkat, Pemerintah pastikan akses tetap terjaga

"Jadi ini adalah memang jaring-jaring istilahnya yang kita berikan untuk memastikan memang tepat sasaran dari penyaluran KIP Kuliah ini," kata Sandro.

Diketahui, berdasarkan data Panitia SNPMB, jumlah peserta seleksi yang dinyatakan lulus Seleksi Jalur SNBP Tahun 2026 berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh masing-masing Rektor PTN (Perguruan Tinggi Negeri) Akademik adalah 155.543 peserta, dengan persentase diterima sebesar 20,09 persen. Dari jumlah peserta yang dinyatakan lulus tersebut, sebanyak 53.897 (19,67 persen) adalah peserta pendaftar KIP Kuliah.

Sementara pada PTN Vokasi, jumlah peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Jalur SNBP Tahun 2026 berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh masing-masing Direktur PTN Vokasi adalah 23.438 peserta, dengan persentase diterima sebesar 30,34 persen. Dari jumlah peserta yang dinyatakan lulus tersebut, sebanyak 10.574 (31,97 persen) adalah peserta pendaftar-KIP Kuliah.

Baca juga: Kemenag alokasikan Rp1,6 triliun KIP Kuliah bagi mahasiswa PTKN




 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemdiktisaintek: Penyaluran KIP Kuliah kini gunakan DTSEN



Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026