Banjarmasin (ANTARA) - Guru Haji Buchari Arnian dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) "bakisah" (bercerita) Surah Kahfi (goa) hingga burung "Sulangking" atau salah satu fauna "endemik" di provinsi setempat.
"Kedua kisah Kahfi (menceritakan tujuh pemuda yang bersembunyi di goa) dan burung Sulangking, maskot fauna Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST),. Kalsel yang sudah punah mempunyai makna buat kehidupan manusia," ujar Buchari dalam tausyiahnya sesudah shalat Subuh Arba (Rabu).
Diceritakan, bahwa dalam Al Qur'an Surah Kahfi menggambarkan keimanan yang tangguh tujuh pemuda yang lari ke dalam goa dan tinggal 300 tahun lebih guna menghindari seorang raja yang zalim.
Dalam cerita tujuh pemuda tersebut yang cukup menarik keikutsertaan seekor anjing bernama Kismir yang setia menemani/menjaga selama ratusan tahun berada di goa "Kismir itulah satu-satunya anjing yang masuk surga karena kesetiaan menjaga orang sholeh," unjar Buchari
Menyinggung burung Sulangking, alumnus Fakultas Keguruan Universitas Lambung Mangkurat (FKg Unlam) jurusan sejarah itu menerangkan, burung hutan yang sudah punah tersebut salah satu satwa yang gigih dan tangguh kehidupan.
Baca juga: Guru Saiful ingatkan zakat fitrah dan Idul Fitri
"Pagi buta Sulangking sudah terbang mencari sesuatu untuk kehidupan buat dirinya dan anaknya. Burung tersebut jadi monumen dalam bentuk tugu sebagai gerbang masuk 'kota apam' Barabai (165 km timur laut Banjarmasin) ibukota HST, " tuturnya.
Kelurahan pondok Mu'alimin Barabai "nang katuju" (yang senang) bakisah itu menegaskan, Tugu Burung Sulangking melambangkan semangat, rajin bangun pagi untuk beraktivitas, dan kebanggaan lokal.
"Jadi makna filosofis Burung Sulangking dapat menjadi penyemangat kehidupan agar tidak malas. Begitu pula nilai-nilai kejuangan dalam Surah Kahfi menjadi motivasi keimanan melawan kezaliman," demikian Buchari.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026