Selasa, 24 Oktober 2017

Pemkot Janji Hibur KSI III Dengan Aneka Seni Budaya

id KSI III, Banjarmasin, Kalsel, panitia Kongres Sungai Indonesia
Pemkot Janji Hibur KSI III Dengan Aneka Seni Budaya
Rapat lanjutan persiapan Kongres Sungai Indonesia (KSI ) III yang berlangsung di menara pandang Banjarmasin, yang dihadiri oleh beberapa penitia diantaranya Mohammad Khuzaimi dari Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin yang menjanjikan hibur peserta KSI dengan seni budaya (a)
Saya yakin saat KSI III di Banjarmasin akan banyak pendatang terutama kalangan pejabat berkaitan dengan Sumber Daya Air, pejabat pemerintahan daerah, terutama kalangan komunitas yang belakangan kian banyak jumlahnya dalam pemeliharaan sungai
     Banjarmasin (Antaranews Kalsel)- Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui kantor Dinas Pariwisata dan Budaya setempat berjanji akan menghibur ribuan orang peserta Kongres Sungai Indonesia (KSI) III yang dijadwalkan berlangsung 1-4 November 2017.
     Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Kota Banjarmasin, Mohammad Khuzaimi saat mengikuti rapat lanjut kepanitiaan KSI III di gedung Menara Pandang Kota Banjarmasin, Senin membenarkan pihaknya menyiapkan atraksi budaya untuk para peserta KSI yang datang dari seluruh Indonesia tersebut.
     Atraksi seni budaya yang dijanjikan Pemkot Banjarmasin tersebut meliputi pegelaran aneka seni, menyangga banua berupa pesta rakyat, serta festival kuliner.
     Yang mungkin sudah menjadi kebiasaan kehidupan sungai Banjarmasin yakni atraksi jukung berenteng yang akan dipersembahkan oleh para acil-acil (bibi) pedagang pasar terapung, kata Khuzaimi.
     Menurut pejabat tersebut KSI yang dijadwalkan bakal dihadiri Presiden Joko Widodo tersebut merupakan momen yang sangat bagus untuk mempromosikan kepariwisataan setempat.
     Apalagi komitmen Pemkot Banjarmasin melalui Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina dan Wakil Wali Kota Hermansyah ingin menjadikan kota Banjarmasin sebagai kota sungai terindah di Indonesia.
     "Saya yakin saat KSI III di Banjarmasin akan banyak pendatang terutama kalangan pejabat berkaitan dengan Sumber Daya Air, pejabat pemerintahan daerah, terutama kalangan komunitas yang  belakangan kian banyak jumlahnya dalam pemeliharaan sungai," kata Khuzaimi.
     Jika atraksi seni budaya itu dipersembahkan dari mereka untuk mereka pasti akan terkesan, karena kebanyakan seni budaya tersebut berada di perairan seperti di atas dermaga pangggung.
     Dari mereka itupula diharapkan banyak objek-objek wisata seni dan budaya serta keberadaan sungai yang jumlahnya 102 di Banjarmasin itu akan terekspos melalui medeia sosial atau media cetak dan elektronik.
     Sementara pimpinan rapat yang juga ketua bidang acara KSI II, Mohammad Ary menyebutkan KSI ini juga momen yang baik untuk daerah ini mengangkat perbagai isu lokal yang harud diperhatikan pemerintah pusat.
     Keberadaan Sungai Barito yang berhulu di Kalimantan Tengah dan Sungai Martapura yang kini dinilai sudah "sekarat" akibat kerusakannya    harus diketengahkan agar nanti menjadi perhatian.
     Makanya panitia KSI ini mengajak Gubernur Kalsel memaparkan berbagai persoalan termasuk progrem revolosi hijau, Wali Kota Banjarmasin ayu ketengahkan keberadaan sungai agar menjadi sungai terindah, Bupati Banjar silahkan presentasi pembebasan jamban.
     Lalu Bupati Murung Raya, Kalimantan Tengah,  yang wilayahnya bagian terhulu Sungai Barito yang menurut informasi tambah sekarat akibat pertambangan pasir dan emas yang sungainya ditengarai sudah tercemar mercuri dan sianida juga harus mengetengahkan kondisi tersebut. 
     Banjarmasin,2/10 (Antara)- Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui kantor Dinas Pariwisata dan Budaya setempat berjanji akan menghibur ribuan orang peserta Kongres Sungai Indonesia (KSI) III yang dijadwalkan berlangsung 1-4 November 2017.
     Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Kota Banjarmasin, Mohammad Khuzaimi saat mengikuti rapat lanjut kepanitiaan KSI III di gedung Menara Pandang Kota Banjarmasin, Senin membenarkan pihaknya menyiapkan atraksi budaya untuk para peserta KSI yang datang dari seluruh Indonesia tersebut.
     Atraksi seni budaya yang dijanjikan Pemkot Banjarmasin tersebut meliputi pegelaran aneka seni, menyangga banua berupa pesta rakyat, serta festival kuliner.
     Yang mungkin sudah menjadi kebiasaan kehidupan sungai Banjarmasin yakni atraksi jukung berenteng yang akan dipersembahkan oleh para acil-acil (bibi) pedagang pasar terapung, kata Khuzaimi.
     Menurut pejabat tersebut KSI yang dijadwalkan bakal dihadiri Presiden Joko Widodo tersebut merupakan momen yang sangat bagus untuk mempromosikan kepariwisataan setempat.
     Apalagi komitmen Pemkot Banjarmasin melalui Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina dan Wakil Wali Kota Hermansyah ingin menjadikan kota Banjarmasin sebagai kota sungai terindah di Indonesia.
     "Saya yakin saat KSI III di Banjarmasin akan banyak pendatang terutama kalangan pejabat berkaitan dengan Sumber Daya Air, pejabat pemerintahan daerah, terutama kalangan komunitas yang  belakangan kian banyak jumlahnya dalam pemeliharaan sungai," kata Khuzaimi.
     Jika atraksi seni budaya itu dipersembahkan dari mereka untuk mereka pasti akan terkesan, karena kebanyakan seni budaya tersebut berada di perairan seperti di atas dermaga pangggung.
     Dari mereka itupula diharapkan banyak objek-objek wisata seni dan budaya serta keberadaan sungai yang jumlahnya 102 di Banjarmasin itu akan terekspos melalui medeia sosial atau media cetak dan elektronik.
     Sementara pimpinan rapat yang juga ketua bidang acara KSI II, Mohammad Ary menyebutkan KSI ini juga momen yang baik untuk daerah ini mengangkat perbagai isu lokal yang harud diperhatikan pemerintah pusat.
     Keberadaan Sungai Barito yang berhulu di Kalimantan Tengah dan Sungai Martapura yang kini dinilai sudah "sekarat" akibat kerusakannya    harus diketengahkan agar nanti menjadi perhatian.
     Makanya panitia KSI ini mengajak Gubernur Kalsel memaparkan berbagai persoalan termasuk progrem revolosi hijau, Wali Kota Banjarmasin ayu ketengahkan keberadaan sungai agar menjadi sungai terindah, Bupati Banjar silahkan presentasi pembebasan jamban.
     Lalu Bupati Murung Raya, Kalimantan Tengah,  yang wilayahnya bagian terhulu Sungai Barito yang menurut informasi tambah sekarat akibat pertambangan pasir dan emas yang sungainya ditengarai sudah tercemar mercuri dan sianida juga harus mengetengahkan kondisi tersebut. 

Editor: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga