Banjarmasin (ANTARA) - Guru Haji Ahmad Saubari dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) ingatkan kaum Muslim tentang "Lailatul Qadar" atau malam qadar. 

"Pada malam qadar, Allah memberikan keampunan kepada semua orang Muslim yang meminta, kecuali bagi mereka tidak puasa Ramadhan," ujar Guru Saubari dalam tausyiahnya sesudah shalat subuh, Sabtu. 

Selain itu, bagi seseorang yang durhaka atau tidak berbakti kepada "kuitan" atau kedua orang tua, serta meminum hamar (minuman haram), lanjutnya di hadapan jamaah Shalat Subuh Masjid Assa'adah tersebut. 

"Hal lain yang mengakibatkan do'a atau pinta tidak Allah kabulkan pada malam qadar yaitu orang yang tak mau akur/rukun terhadap sesama," tambah Guru Saubari. 

Namun Guru Saubari mengingatkan kaum Muslim agar jangan berputus asa atau pesimis,  karena masih ada kesempatan untuk berbuat baik seperti berbakti kepada kedua orang tua. 

Baca juga: Guru Saubari sebut ada empat keutamaan dalam bersholawat

"Kalau orang tua sudah meninggal dunia menziarahi kubur tiap hari Jum'at. Jika tidak memungkinkan setidaknya mendo'akan dan memberi hadiah atau mengirimi amalan," pungkas Guru H Ahmad Saubari. 

Guru H Ahmad Saubari saat tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, sesudah shalat subuh,. Sabtu (14/3/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026