Banjarmasin (ANTARA) - Beragam peribadatan kaum Muslim warnai malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan di Kalimantan Selatan (Kalsel) atau Kota Banjarmasin khususnya

Pantauan Antara Kalsel di Banjarmasin, Jumat melaporkan, kaum Muslim pengikut Imam Syafi'i atau kaum tuha kini memasuki puasa hari ke-23/perhitungan ganjil. 

Sedangkan dari pengikut organisasi Muhammadiyah atau kaum muda pada 13 Maret 2026 sudah memasuki hari ke-24 puasa Ramadhan 1447 Hijriah. 

Itikaf di masjid dan "langgar" (surau) pada ganjil atau sejak 21 Ramadhan 1447 H kebanyakan dari kaum tuha ada yang Shalat Hajat dan Shalat Tasbih di sepertiga malam terakhir seperti halnya di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin. 

Ada pula yang itikaf/mengisi sepertiga malam terakhir dengan Shalat Hajat, Taubat dan Shalat Tasbih seperti halnya di Masnif Jami' Kelurahan Pemurus Dalam, Kota Banjarmasin. 

Ketua Pengurus Masjid Assa'adah Beruntung Jaya, H. Aswan Zain ketika dimintai pendapat, mengatakan, itikaf di masjid atau langgar pada sepertiga malam akhir di sepuluh malam terakhir Ramadhan salah satu upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Baca juga: Ustadz Zamzam ungkap rahasia pengisian jeda antarshalat Tarawih dan Witir

"Mendekatkan diri kepada Allah sudah tentu untuk meminta keampunan daripada Nya sehingga dengan harapan kembali menjadi insan yang fitri (suci bersih)," ujar alumnus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin itu. 

Mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu mengatakan, itikaf dan meningkatkan peribadatan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sudah menjadi tradisi Muslim Banjar. 

"Kita harapkan tradisi positif itu berkelanjutan dan syukur-syukur kalau ada peningkatan, baik kualitas maupun kuantitas," demikian Aswan Zain. 


 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026