Selasa, 24 Oktober 2017

Pesta Tabuik Pariaman Dimulai 20 September 2017

id Pesta Tabuik Pariaman, Pemerintah Kota Pariaman, Sumbar, kembali menggelar Pesta Budaya Tabuik 2017 yang dimulai 20 September hingga 1 Oktober 2017 di
Pesta Tabuik Pariaman Dimulai 20 September 2017
Pesta Tabuik Pariaman.(Antaranews Kalsel/com.)
Pariaman, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumbar, kembali menggelar Pesta Budaya Tabuik 2017 yang dimulai 20 September hingga 1 Oktober 2017 di Pantai Gandoriah kota itu
    
"Pemerintah daerah telah mengadakan rapat koordinasi bersama pihak terkait termasuk dengan para Tuo Tabuik Pasa dan Subarang dalam rangka persiapan acara," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat Effendi Jamal di Pariaman, Senin.

Rangkaian pesta budaya tabuik akan diawali dengan kegiatan pawai obor dan tabligh akbar yang dipusatkan di Pantai Gandoriah dan Tugu Tabuik Kecamatan Pariaman Tengah.

Selama rangkaian kegiatan pesta budaya tabuik terdapat beberapa ritual sakral yang dijalankan oleh para anak, niniak mamak dan tuo Tabuik Pasa dan Subarang.

Beberapa ritual sakral tersebut diantaranya "Maambiak Tanah", "Maambiak atau Manabang Batang Pisang", "Maatam", "Maarak Jari-Jari atau "Maradai", "Maarak Saroban", "Tabuik Naiak Pangkek", "Hoyak Tabuik", dan "Tabuik di buang ke laut".

Berdasarkan hasil rapat koordinasi terdapat beberapa evaluasi perbaikan dari kegiatan sebelumnya.

Diantaranya penyelenggaraan Tabuik 2017 diupayakan di buang ke laut hingga jarak lima sampai 10 meter.

Selain itu diharapkan kepada para panitia agar rancangan tinggi tabuik hanya 12 meter untuk menyamakan satu dengan lainnya.

Terkait anggaran kegiatan tersebut pemerintah daerah menghabiskan biaya hingga Rp800 juta. Setiap kelompok Tabuik diberikan bantuan sebesar Rp140 juta.

Sementara itu salah seorang Niniak Mamak Tabuik Rafki (45) mengatakan menyayangkan masih kurangnya promosi even tersebut ke masyarakat luas.

"Kita menyayangkan promosi pesta budaya tabuik masih minim, padahal ini even nasional untuk mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah. Diharapkan hal tersebut menjadi pelajaran bagi pemerintah daerah," kata dia.

Ia meminta kepada aparat kepolisian dan pihak Dinas Perhubungan setempat agar lebih memudahkan akses masyarakat dari berbagai daerah yang ingin menyaksikan kegiatan budaya itu.

"Tahun lalu banyak masyarakat dan pengunjung dari luar daerah komplain serta kesulitan masuk menuju lokasi utama tabuik," ujar dia.

Terkait anggaran pesta budaya tabuik, pihaknya menilai hal itu masih perlu ditambah kepada para panitia, karena dikhawatirkan biaya yang terbatas berimbas kepada kualitas dan semangat para anak tabuik.

Pesta budaya tabuik merupakan perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain, cucu Nabi Muhammad SAW, yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di daerah pantai Sumatera Barat, khususnya di Kota Pariaman.

Festival ini termasuk menampilkan kembali pertempuran Karbala, dan memainkan gendang tassa. Tabuik merupakan istilah untuk usungan jenazah yang dibawa selama prosesi upacara tersebut.

Kegiatan tersebut dilakukan juga untuk menarik para wisatawan dari berbagai daerah ke Kota Pariaman. /f

Editor: Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga