Rantau (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, manfaatkan ajang Indonesia International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 di Jakarta sebagai strategis guna perluas akses pasar produk kerajinan daerah dan daya saing perajin lokal.
Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Tapin Hj Elya Hartati mengatakan, INACRAFT yang memasuki penyelenggaraan ke-26 menjadi etalase penting bagi produk kerajinan unggulan daerah untuk menjangkau pasar nasional hingga internasional.
Baca juga: Pemkab Tapin alokasikan Rp39 miliar jamin layanan BPJS warga
“Ajang ini membuka peluang promosi sekaligus jejaring pemasaran bagi perajin, sehingga produk lokal tidak hanya dikenal, tetapi juga memiliki nilai jual yang lebih kuat,” kata Elya saat dikonfirmasi di Rantau, Senin.
Ia menjelaskan, stan Kabupaten Tapin menampilkan beragam produk khas daerah, seperti kain Sasirangan bermotif Tapin, anyaman purun yang diolah menjadi tas dan aksesori, serta kerajinan berbahan limbah kayu ulin bernilai seni tinggi.
"Selain memamerkan produk, perajin juga memberikan penjelasan kepada pengunjung terkait proses pembuatan serta filosofi di balik setiap karya, sebagai upaya meningkatkan apresiasi dan nilai tambah produk," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Tapin siapkan Rp8 miliar perbaiki Jalan Datu Aling
Menurut Elya, keikutsertaan Tapin dalam INACRAFT tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Dekranasda Tapin, ucap Elya, berkomitmen terus melakukan pembinaan dan fasilitasi agar perajin mampu menghasilkan produk yang inovatif, adaptif terhadap selera pasar, serta berdaya saing di tingkat yang lebih luas.
“Harapannya kehadiran Tapin di INACRAFT dapat membuka peluang kerja sama dan pasar baru yang berkelanjutan bagi perajin daerah,” katanya menambahkan.
Pewarta: Muhammad Rastaferian PasyaEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026