Sebuah event untuk bisa masuk Kalender Event Nasional, setidaknya harus sudah dilaksanakan tiga kali. Setelah itu diajukan dan melalui proses kurasi oleh tim independen Kementerian Pariwisata,
Banjarbaru (ANTARA) - Kementerian Pariwisata RI mendukung Banjarbaru Street Art Festival (BSAF) dikembangkan menjadi event berskala nasional yang masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN), seiring potensi kreativitas dan keunikan yang dimiliki Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Dukungan itu disampaikan dalam audiensi Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Banjarbaru Emas dengan Deputi Bidang Event Kementerian Pariwisata sebagai rangkaian hari kedua audiensi KEK dengan lembaga negara di Jakarta, Jumat.
Audiensi di Kementerian Pariwisata dihadiri Sekretaris Umum KEK Kota Banjarbaru M Rifai, Bendahara Umum M Bayu H, Wakil Bendahara Hairullah, Koordinator Bidang Antar Lembaga Achmad Soni, Koordinator Bidang Kegiatan Suroto, serta Koordinator Bidang Publikasi Ahdalena.
Rombongan KEK diterima Analis Kebijakan Ahli Muda Deputi Event Kementerian Pariwisata RI J Suharbowo bersama jajaran, dengan agenda pembahasan pengembangan event daerah, peluang event nasional, serta potensi destinasi wisata di Kota Banjarbaru.
"Sebuah event untuk bisa masuk Kalender Event Nasional, setidaknya harus sudah dilaksanakan tiga kali. Setelah itu diajukan dan melalui proses kurasi oleh tim independen Kementerian Pariwisata," ujar Suharbowo.
Menurut Suharbowo, BSAF cukup menarik dan punya peluang, tinggal bagaimana ke depan terus dicari formula terbaik sebagai salah satu event unggulan daerah agar layak menjadi event nasional.
Koordinator Bidang Kegiatan KEK Banjarbaru yang juga Direktur BSAF Suroto, mengatakan audiensi dengan Kemenangan Pariwisata itu menjadi momentum yang sangat penting bagi pengembangan BSAF ke depan.
"Audiensi memberikan pemahaman bagaimana meramu sebuah event sehingga memenuhi standar nasional dan dorongan BSAF menjadi event nasional tentu menguatkan peran KEK melalui jejaring komunitas untuk terus berinovasi dalam pengemasan acara," ujarnya.
Menurut Suroto, BSAF merupakan event budaya lokal mengolaborasikan seni jalanan dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif di Kota Banjarbaru dan Kalimantan Selatan.
"BSAF tidak hanya berhenti sebagai event lokal, tetapi diharapkan dapat naik ke tingkat nasional, bahkan jika memungkinkan hingga internasional. Audiensi dengan Kementerian Pariwisata memberi gambaran jelas bagaimana sebuah event lokal dapat berkembang ke level nasional," tuturnya.
Baca juga: Menteri Ekraf apresiasi komitmen Wali Kota Banjarbaru majukan ekonomi kreatif
Bendahara Umum KEK Banjarbaru M Bayu H memaparkan sejumlah potensi destinasi maupun konsep kampung tematik yang dipetakan di Banjarbaru serta berbagai event yang dijalankan bersama Banjarbaru Emas Kreatif Center dan masyarakat.
Potensi itu antara lain rencana Living Museum di Kecamatan Cempaka, Kampung Event di Kecamatan Landasan Ulin, Kampung AI di Kecamatan Banjarbaru Utara, Kampung Wadai di Kecamatan Banjarbaru Selatan, serta Kampung Budaya Mbaroh di Kecamatan Liang Anggang.
"Banyak potensi yang dapat dikembangkan di Banjarbaru dan sejumlah kampung tematik maupun potensi event sudah kami sampaikan ke kementerian. Harapannya, ke depan mendapat dukungan, pendampingan maupun anggaran," kata Bayu.
Pewarta: Yose RizalEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026