Selasa, 24 Oktober 2017

Puluhan Wisman Pelajari Tradisi Begibung Khas Lombok

id Begibung Khas Lombok, tradisi makan khas Pulau Lombok, tradisi makan khas Pulau Lombok, Festival Gili Tramena Begawe
Puluhan Wisman Pelajari Tradisi Begibung Khas Lombok
. (Antaranews Kalsel/Kicknews.today)
Mataram, (Antaranews Kalsel) - Puluhan wisatawan asing dari berbagai negara di Australia, Amerika dan Eropa menikmati tradisi makan khas Pulau Lombok yang disebut "begibung".

Sejumlah wisatawan mancanegara yang tengah melakukan perjalanan laut atau "sailing" telah singgah di Marina Medana Bay pada Rabu. Mereka dijamu dengan tradisi makan khas Pulau Lombok yang kerap disebut "begibung" pada perhelatan "Wonderful Sail 2 2017" yang merupakan bagian Festival Gili Tramena Begawe.

Begibung merupakan sebuah tradisi menikmati santapan secara bersama-sama. Sebanyak 3-4 orang akan disuguhkan sebuah nampan berisi nasi dan berbagai lauk-pauk. Mereka pun akan makan bersama dari satu nampan tersebut.

Bupati Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Najmul Akhyar mengatakan bahwa "begibung" merupakan bagian dari budaya Pulau Lombok. Orang-orang yang duduk dan makan bersama saling menghormati dan menghargai.

"Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Budaya ini menunjukan bahwa orang Lombok adalah orang yang senantiasa merasa setara dengan satu sama lain, tidak ada yang lebih," katanya.

Pada kesempatan tersebut, wisatawan asing duduk beralaskan tikar di areal Marina Medana Bay dengan dulang-dulang yang tersaji di hadapan mereka.

Masing-masing nampan berisikan nasi dan lauk-pauk seperti tempe, sayur, telur balado dan daging rendang.

Kebanyakan wisatawan asing tampak menikmati sajian tersebut menggunakan sendok, namun beberapa terlihat mencoba untuk makan dengan langsung menggunakan tangan.

Pasangan pelayar dari Darwin, Australia, bernama Elizabeth dan John mengaku bahwa ini merupakan sebuah pengalaman yang baru bagi mereka.

"Kalau jamuan makan malam dan sebagainya tentu kami sudah biasa, namun makan dengan cara seperti ini merupakan sebuah hal baru bagi kami dan ini sangatlah menarik," kata Elizabeth.

John tampak terlihat sedikit canggung ketika berusaha  menyuap nasi dan telur balado menggunakan jari-jarinya. Namun dia mengakui bahwa hal tersebut dilakukan agar dapat merasakan sensasi budaya secara maksimal.

"Ini agak sedikit susah untuk dilakukan, namun kini saya jadi tahu betul bagaimana orang lokal di sini makan," katanya./

Editor: Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga