Banjarmasin (ANTARA) - Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan kembali melakukan peninjauan titik banjir yang belum juga surut akibat air pasang tinggi dan air kiriman dari hulu karena intensitas hujan tinggi.
Yamin di Banjarmasin, Jumat, melakukan giat lapangan menggunakan motor berkeliling meninjau titik-titik banjir yang menggenang di wilayahnya yang hampir satu pekan ini.
Yamin memulai perjaanan dari Jalan Mahat Kasan, Komplek Satelit, komplek DPR Mesjid Asshobirin, Komplek Kayu Manis hingga ke jalan Pramuka di jembatan depan komplek Grand Pramuka yang semuanya berada di wilayah Banjarmasin Timur.
"Kita cari solusi di mana masalahnya ini hingga genangan tidak juga surut," ujarnya.
Padahal, ungkap dia, air pasang mulai mereda, meskipun air kiriman dari bagian hulu sungai, yakni dari Kabupaten Banjar melalui sungai Martapura masih tinggi, tapi tidak seperti pada 1-4 Januari 2026.
"Artinya ada masalah pada saluran yang lancar ini," ujarnya.
Dan benar saja, Yamin menemukan indikasi itu karena ada bangunan yang melebihi sempadan sungai, dan beberapa saluran air yang tersumbat.
Dia pun menyampaikan akan menindaklanjuti masalah ini hingga aluran air bisa lancar kembali.
"Semoga banjir ini segera berakhir dan genangan air dapat teratasi. Kami akan terus berupaya dan bekerja sama dengan masyarakat untuk mengatasi masalah ini," ujar Yamin.
Yamin juga menghimbau pemilik usaha yang berada di pinggir jalan di Kota Banjarmasin agar memperhatikan jalur drainase dan menjaga kebersihan sungai.
"Jangan buang sampah ke sungai, karena itu dapat menyumbat saluran air dan memperparah banjir," katanya.
