Saya tidak akan gentar, terus maju berjuang atas dukungan mayoritas pengurus kecamatan dan organisasi sayap partai
Banjarmasin (ANTARA) - Syarif Faisal mengaku tetap berjuang di Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Barito Kuala (Batola) meski diintervensi mundur untuk pencalonan Ketua Golkar di Bumi Ijejela.
"Saya tidak akan gentar, terus maju berjuang atas dukungan mayoritas pengurus kecamatan dan organisasi sayap partai," kata dia di Banjarmasin, Kamis.
Baca juga: H. Sa'ban Effendi terpilih secara aklamasi pimpin DPD Golkar HST 2025-2030
Syarif yang saat ini menduduki posisi Wakil Ketua DPD Partai Golkar Batola menyatakan dukungan terhadap dirinya sudah disampaikan 16 pemilik suara sah dari total 22 voters.
Namun hingga kini Musda yang awalnya dijadwalkan 7 Desember 2025 terus berubah bahkan hingga tiga kali sampai akhirnya direncanakan kembali 24 Januari 2026 mendatang.
"Kami ingin Musda bisa digelar secepatnya dan dilaksanakan sesuai AD/ART partai," tegasnya.
Dia pun mencium adanya skenario untuk memuluskan calon tertentu agar terpilih secara aklamasi dengan langkah menghentikannya maju di Musda.
Padahal Syarif ingin Musda bisa berlangsung secara demokratis dengan menegakkan aturan di organisasi.
"Katanya calon eksternal sudah mendapatkan rekomendasi DPP, mari kita berkompetisi secara fair memperebutkan suara terbanyak," ujarnya.
Syarif pun menyampaikan surat terbuka untuk Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dengan harapan bisa mengambil sikap demi menjaga marwah partai yang meminta kadernya senantiasa menjaga moralitas dan berintegritas.
Sementara Wakil Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPD Golkar Batola Fachruddin membenarkan penundaan Musda terjadi beberapa kali.
Ia juga mengakui adanya pernyataan dari salah satu unsur pimpinan yang mengarah pada kemungkinan penunjukan Plt pengurus kecamatan.
Diketahui Syarif Faisal salah satu kader terbaik Golkar di Batola. Dia sudah menduduki kursi legislatif di DPRD Batola selama empat periode sejak Pemilu 2009.
Baca juga: Polhukam kemarin dari kasus pemalsuan dokumen hingga posko aduan
Bahkan pada Pemilu 2024 lalu, Syarif mendapat suara tertinggi yaitu 5.203 suara.
Namun kursi Ketua DPRD Batola yang harusnya bisa diraih nyatanya direbut kader lain lewat cara-cara yang diakui Syarif tidak demokratis.
Pewarta: FirmanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026